Putra pertama Raja Denpasar IX, Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama didampingi pangarajeg karya Ida Bagus Gede Pidada saat dijumpai di Puri Agung Denpasar, Selasa (28/2) menjelaskan, sebelum upacara puncak, ada beberapa tahapan yang dilalui dengan berbagi prosesi salah satunya yakni ngalelet atau memandikan jenazah yang digelar pada 6 Maret 2023.
“Pihak keluarga juga telah tangkil ke beberapa griya yang merupakan nabe dari Ida Cokorda, yakni Griya Aan Klungkung, Griya Munggu Badung, dan Griya Bodha. Terkait malelet pada 6 Maret nanti langsung munggah tumpang salu. Selanjutnya tanggal 21 Juni 2023 digelar palebon di Setra Badung,” kata Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama.
Lanjut pria yang karib disapa Turah Bima ini, hingga 21 Juni 2023 itu, setiap Purnama dan Tilem digelar persembahan tarpana saji. Saat pelaksanaan malelet akan menggunakan 6 sulinggih, sementara untuk tarpana saji juga dipuput sulinggih secara bergiliran.
“Nanti saat layon ida munggah atau dinaikkan ke bade, lokasinya di Catur Muka atau di depan Puri Denpasar yang dulu (di depan rumah jabatan Gubernur Bali),” jelas Turah Bima.
Sementara itu, Ida Bagus Gede Pidada menambahkan mengingat Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan sudah menjalankan dwijati layaknya ida sulinggih, sehingga upacara yang digelar menggunakan tingkatan utama dan bernama Sawa Ngasti Wedana.
“Sehari sebelum puncak upacara palebon layon Ida Cokorda akan dimandikan kembali, busananya diganti dan kemudian munggah panca datu. Menggunakan bedusa, seperti zaman batu ada namanya sarkopagus, di sini menggunakan sarkopah. Ini adalah tempat tidur beliau saat akan di palebon,” tuturnya.
Kemudian 5 hari sebelum pelaksanaan palebon akan terus dilakukan tarpana saji setiap hari yang dipimpin oleh Ida Sulinggih. Setelah pembakaran jenazah di Setra Badung kemudian akan dilanjutkan dengan nganyud atau melarung abu ke pantai.
Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan lebar (meninggal) di usia 80 tahun karena menderita penyakit lever dan komplikasi. Raja Denpasar IX ini dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.00 Wita, Sabtu (18/2) di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya