Menurut Kasi Humas AKP I Ketut Sukadi seizin Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas, kepolisian memaksimalkan pengamanan Malam Pengerupukan demi mengantisipasi kerawanan yang mungkin terjadi dan kerumunan warga. Polresta Denpasar sendiri mengerahkan sekitar 725 personilnya guna memastikan hal tersebut.
Nantinya, polisi juga dibantu personel TNI, Satpol PP, desa adat dalam hal ini pecalang dan instansi lainya. "Personil akan mengamankan di setiap desa atau kelurahan, di sejumlah titik persimpangan yang akan dilintasi dan yang menjadi pusat lokasi arak-arakan ogoh-ogoh, hal ini untuk mengantisipasi adanya kemacetan arus lalulintas dan kerumunan massa yang ingin menyaksikan parade," ujarnya, Senin (20/3).
Secara keseluruhan, dari data yang dimiliki Polresta Denpasar, ada sekitar 587 yang akan diarak di seluruh wilayah Denpasar. Sesuai dengan kebijakan pemerintah, parade akan dilakukan di wilayah desa masing-masing. Adapun salah satu pusat pengamanan Malam Pengerupukan di kota Denpasar yaitu Catur Muka depan kantor Walikota Denpasar.
Diperkirakan akan banyak masyarakat yang memadati kawasan tersebut untuk menyaksikan secara langsung parade ogoh-ogoh. Apalagi biasanya di sana tampil ogoh-ogoh yang digarap oleh maestro ternama yang paling dinanti-nantikan masyarakat.
Melalui Bhabinkamtibmas di setiap desa, pihaknya memberikan imbauan agar para pemuda tidak meminum minuman beralkohol sebelum mengarak ogoh-ogoh, demi menjaga situasi tetap kondusif. “Kami juga mengimbau kepada masyarakat yang akan menonton parade untuk selalu waspada dan berhati-hati," tutupnya.