Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Satu Pasien Suspek MSS Diperbolehkan Pulang, Satu Lagi Masih Dirawat

I Dewa Gede Rastana • Senin, 24 April 2023 | 20:42 WIB
RAPAT : Rapat membahas MSS yang digelar Pemkab Gianyar, Jumat (21/4). (ISTIMEWA)
RAPAT : Rapat membahas MSS yang digelar Pemkab Gianyar, Jumat (21/4). (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS – Satu orang pasien suspek Meningitis Streptococcus Suis (MSS) asal Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, KK, 70, akhirnya dipulangkan dari RSUD Sanjiwani, Senin (24/4). KK dipulangkan setelah kondisinya dinyatakan telah membaik. Sedangkan sang istri, MT, 63, masih harus menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Umum dan Humas RSUD Sanjiwani, I Dewa Ayu Yuni Betharani. Menurutnya pasien KK sudah diperbolehkan pulang Senin (24/4) karena kondisinya yang sudah membaik. “Sedangkan pasien MT masih harus menjalani perawatan di RSUD Sanjiwani,” ujarnya.

Meskipun pasangan suami istri (pasutri) ini harus kehilangan anaknya, MS, 41, yang meninggal dunia pada Kamis (20/4) sekitar pukul 21.00 WITA dalam perawatan di RSUD Sanjiwani, namun kondisi keduanya cukup membaik. “Pasien KK total dirawat selama 12 hari,”

Sebelumnya, tiga orang pasien yang merupakan satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak ini dilarikan ke RSUD Sanjiwani setelah diduga terinfeksi Meningitis Streptococcus Suis (MSS) usai menyantap lawar plek yang mereka beli kemudian disantap bersama.

Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar pun langsung melakukan pemeriksaan dan menyebutkan bahwa hasil pengecekan kultur darah ketiga pasien adalah negatif Meningitis. Namun salah satu pasien justru meninggal dunia dan Dinas Kesehatan Gianyar menyebutkan jika pasien yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Pemkab Gianyar kemudian menyikapi berita tentang suspek MSS itu dengan langsung menggelar pertemuan yang melibatkan berbagai unsur mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian serta para peternak yang terkena imbas dari hal tersebut di ruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, Jumat (21/4).

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, Dewa Gede Alit Mudiarta mengatakan, beberapa masyarakat Gianyar yang diberitakan terjangkit meningitis karena makan lawar plek babi, belum bisa dipastikan bahwa disebabkan oleh babi. Karena hal tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut. "Banyak hal penyebab meningitis, belum tentu hanya disebabkan babi, ada faktor-faktor lain," ungkapnya.

 

Dirinya menambahkan bahwa, Pemkab Gianyar melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian telah terus-menerus mengingatkan terkait PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam mengolah makanan. "Bukan masalah babinya atau bahan bakunya, tapi bagaimana pengolahannya," tandasnya. (ras)

  Editor : I Dewa Gede Rastana
#Satu Pasien Suspek MSS #gianyar #Satu Masih Dirawat #Diperbolehkan Pulang