Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tanggulangi Hoax dan Kampanye Hitam Pemilu, Polisi Edukasi Netizen

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 24 Mei 2023 | 03:27 WIB
EDUKASI: Polda Bali memberikan pemahaman terkait menanggulangi bahaya hoax, ujaran kebencian, hingga propaganda menjelang Pemilu 2024. (ISTIMEWA)
EDUKASI: Polda Bali memberikan pemahaman terkait menanggulangi bahaya hoax, ujaran kebencian, hingga propaganda menjelang Pemilu 2024. (ISTIMEWA)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Polda Bali menggelar acara Temu Netizen di Quest San Hotel, Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat pada Selasa (23/5). Kegiatan itu untuk memberikan pemahaman atau edukasi terkait penanggulangan berbagai masalah yang akan timbul menjelang Pemilihan Umum serentak 2024 mendatang.

 

Kegiatan yang dimotori Kabidhumas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto ini melibatkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Bali AKP Andi Prasetyo dan dari Diskominfo Provinsi Bali AA Ngurah Bagus Aryana. Adapun netizen yang dimaksud adalah para penggiat media sosial. "Sebagaimana diketahui, medsos ini sangat digemari masyarakat, karena di sana banyak informasi, edukasi, ada hal-hal yang terkait tentang pengetahuan situasi di wilayah Bali," ujar Satake.

 

Dalam kesempatan itu, mantan Kabidhumas Polda Sumatera Barat ini menyampaikan Pemilu diselenggarakan secara serentak pada 14 Februari 2024 di seluruh Indonesia untuk memilih para pemimpin rakyat secara demokrasi di berbagai tingkat. Mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, lanjut Pemilu anggota DPR RI, DPD RI, serta DPRD tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

 

"Pemilu kali ini akan menjadi pemilihan pertama yang terbesar di Indonesia, sebab sebelumnya Pemilu dan Pilkada belum pernah dilaksanakan di tahun yang sama, sehingga diharapkan menghasilkan pemerintahan yang stabil," tambahnya. Selama periode pesta demokrasi ini, akan muncul berbagai masalah yang memicu gejolak di masyarakat. Seperti hoax, ujaran kebencian, hingga kampanye hitam berisi propaganda yang umumnya beredar di media sosial.

 

Masalah-masalah tersebut merupakan ancaman serius dan berbahaya di dunia maya, karena konten-kontennya sangat cepat mempengaruhi emosi dan menyesatkan pikiran masyarakat, bisa berpotensi mengobarkan gesekan permusuhan dan kerusuhan. Provokator akan sengaja membuat hoax dan propaganda dengan tujuan rakyat Indonesia terpecah-belah sesuai dengan keinginan mereka. Alhasil, kesuksesan Pemilu dapat terancam.

 

Sehingga, guna mencegah masalah-masalah tersebut jelang Pemilu 2024, maka Polri khusunya Polda Bali menggelar kegiatan temu netizen dengan tema “Cerdas bersama netizen kita sukseskan pemilihan umum serentak tahun 2024”. Polri akan melakukan antisipasi terkait penyebaran hoax dan lainnya dengan tindakan preemtif dan persuasif, berupa penyampaian sosialisasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar bijak menggunakan medsos.

 

Masyarakat sebagai pengguna medsos terbesar wajib diedukasi agar menyadari bahwa salah satu cara melawan hoax hingga propaganda adalah dengan melaporkan akun media sosial yang menyebar berita/gambar palsu tentang pemilu 2024. "Mari lebih bijak dalam bermedia sosial, saring informasi mana yang benar dan mana yang salah, hoax dan konten provokatif wajib kita lawan," ujar Perwira Melati Tiga di pundak tersebut.

 

Dengan adanya kerjasama antara netizen dan rekan media, diharapkan Polri dapat bekerja lebih profesional dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam mewujudkan Polri yang Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan). Editor : I Dewa Gede Rastana
#Polisi Edukasi #netizen #Tanggulangi Hoax dan #Kampanye Hitam Pemilu