Informasi yang dihimpun koran ini, puluhan orang itu datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka bahkan sempat mengambil HP satpam yang berjaga supaya tidak merekam. Lalu, mereka masuk dengan merusak pintu dan mengambil berbagai barang dalam jumlah cukup besar di dalam kafe eskrim Italia ini.
Barang-barang tersebut lantas diangkut menggunakan enam truk yang telah disiapkan dan dibawa kabur. "Sebelum puluhan orang ini pergi, mereka sempat mengembalikan HP satpam," beber sumber, Kamis (1/5).
Kemudian Tim Opsnal Ditrekrimum Polda Bali yang menerima informasi kejadian tersebut melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan enam truk. Hal itu dibenarkan Dirreskrimum Polda Bali Kombespol Surawan. "Yang diambil barang-barang kecil di kafe, tapi jumlahnya banyak, sekarang sudah ketangkap semua enam truk," tandasnya.
Perwira Melati Tiga di pundak ini juga mengaku telah mengamankan satu orang diduga sebagai pelaku. Tetapi, pihaknya belum bisa membeberkan identitas pelaku dan detail kasus ini, karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan. Adapun kerugian akibat insiden tersebut menurut keterangan yang diambil dari korban pemilik disebut mencapai Rp 2 Miliar.
"Sekalian akan kami sampaikan, sekarang masih pemeriksaan," tambahnya. Saat ini, kafe tersebut sudah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Sementara itu, Kapolsek Kuta Utara Kompol Made Pramasetia menyampaikan pihaknya sudah mendatangi TKP yang masuk wilayah hukum Kuta Utara setelah mendapat informasi kejadian ini.
Namun sampai sore pasca kejadian tidak ada yang melapor ke Polsek Kuta Utara. "Dari informasi yang kami dapat di lokasi kejadian, pemilik kafe itu saling klaim. Sedangkan kejadian pastinya saya belum tahu karena belum ada laporan ke Polsek Kuta Utara," tuturnya. Editor : I Dewa Gede Rastana