Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gubernur Bali Koster Panen Raya Gemitir Bali Sudamala Lima Warna

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 21 Juli 2023 | 20:33 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster panen Gemitir Bali Sudamala di Kebun Percobaan Bali Gemitir, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Rabu 19 Juli 2023
Gubernur Bali Wayan Koster panen Gemitir Bali Sudamala di Kebun Percobaan Bali Gemitir, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Rabu 19 Juli 2023

DENPASAR, BALI EXPRESS - Gubernur Bali Wayan Koster melakukan panen raya dan stek bunga Gemitir Bali Sudamala di Kebun Percobaan Bali Gemitir, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Rabu 19 Juli 2023.

Dalam kesempatan itu, Koster didampingi Tim Peneliti Gemitir Bali Sudalama dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Prof Dewa Ngurah Suprapta selaku Anggota Tim Peneliti IPB, para petani, hingga pengurus Tim Penggerak PKK Desa Antapan.

Gemitir Bali Sudamala yang dipanen  Koster memiliki 5 jenis warna, yaitu warna merah, putih, emas, kuning dan orange. Dalam kesempatannya, Koster meluapkan kebahagiannya, karena apa yang telah dipikirkannya sejak menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, akhirnya bisa terwujud melaksanakan pengembangan varietas bunga gemitir sebagai upaya nyata mensejahterakan para petani di Bali dengan menekan arus impor bunga gemitir yang sudah terjadi bertahun-tahun di Pulau Bali.

Langkah itu dilakukan karena bunga gemitir memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi dan menghasilkan perputaran uang yang sangat besar. Sehingga hal ini membuat para petani di Bali harus membeli benih bunga gemitir pertahunnya ke luar, masing-masing ada yang mencapai 20-30 kilogram.  “Di Bali terdapat 15 penyemai bunga gemitir. Kalau masing - masing penyemai membeli jumlah yang sama, maka ditafsirkan mereka membeli benih bunga gemitir dari 300 sampai 450 kilogram pertahunnya, dan ini belum termasuk individu-individu yang melakukan transaksi pembelian benih secara impor,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dia menyampaikan transaksi harga pembelian benih secara impor, nilainya sudah mencapai Rp20 miliar hingga Rp30 miliar per tahun ke luar negeri. Uang senilai Rp30 miliar sangat besar, namun bukan itu saja yang dipikirkan, tetapi juga sudah memberi penghidupan kepada petani di luar negeri sebesar Rp30 miliar.  “Untuk itu kita harus berpikir, bagaimana kalau Rp30 miliar itu kita pakai untuk menghidupi para petani di Bali, kan lebih bagus, para petani menjadi sejahtera,” ujar Koster.

Kebutuhan masyarakat Bali terhadap bunga gemitir sangat tinggi, karena dimanfaatkan sebagai bahan upakara hingga taman hiasan dengan peredaran jualan secara terorganisir pertahun telah mendekati Rp100 miliar. Namun paling banyak manfaatnya dinikmati oleh luar.  “Benih yang diproduksinya pun terus menjadi incaran para petani di Bali, karena sekali panen, tanaman bunga gemitir akan mati. Sehingga pembelian benih bunga gemitir ke luar Bali akan terus berputar,” imbuhnya.

Koster juga menugaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali untuk segera memperluas pengembangan varietas bunga Gemitir Bali Sudamala melalui pola benih dan stek ke seluruh Bali dengan melakukan uji coba di dataran tinggi dan di dataran rendah.  Selanjutnya, bunga Gemitir Bali Sudamala yang sudah mendapat pengakuan dari Kemenetrian Pertanian sebagai bunga khas endemik Bali, agar segera dipatenkan sebagai tanaman milik Pemerintah Provinsi Bali. (*) 

 

Editor : I Made Mertawan
#gemitir #koster #panen raya #gubernur bali