GIANYAR, BALI EXPRESS – Dalam master plan Kawasan Wisata Ulapan (Ubud, Tegallalang, dan Payangan) di Provinsi Bali yang telah diluncurkan Pemerintah Pusat pada akhir tahun 2021 lalu, akan dikembangkan pariwisata dengan model zona wisata. Dimana setiap zona memiliki tema tersendiri.
Adapun tema yang diusung yakni Experiencing the Spirit of Ubud, Exploring the Ubud Heritage, Living in the Ubud Culture, dan Enjoy the Nature Paradise.
Berbagai kajian pun saat ini terus dimatangkan oleh Pemkab Gianyar untuk dapat diserahkan kepada Pemerintah Pusat. Selain kajian transportasi juga ada kajian serta usulan sejumlah infrastruktur.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bappeda dan Litbang Kabupaten Gianyar ada sejumlah usulan pembangunan fisik di kawasan Ulapan tersebut.
Diantaranya sentral parkir di Lapangan Astina dan SDN 1 Ubud; kantong parkir Ambengan; kantong parkir Singakerta; kantong parkir Padangtegal (kantong parkir mobil, kantong parkir sepeda motor, jalan lintas dan jembatan menuju Nyuh Kuning); ruang konferensi Padangtegal; penataan pedestrian way kawasan perkotaan Ubud (Jalan Pengosekan, Jalan Monkey Forest, Jalan Hanoman, Jalan Raya Ubud); pembangunan TIC (Tourism Information Center) Ulapan di Kantor Lurah Ubud.
Kemudian pembangunan IPAL terpadu dan TPST Ulapan di Desa Adat Junjungan; penataan bangunan lingkungan dan pedestrian way Ceking Rice Terrace; pembangunan signage/sign system untuk rekayasa budaya frasa/aksara Bali dengan Trilingual (Bali, Indonesia, Inggris); pembangunan videotron di Kecamatan Ubud, Tegallalang, dan Payangan; pengembangan kawasan Desa Wisata Alam Pusaka (Desa Kedisan, Pupuan, dan Sebatu); pengembangan kawasan Desa Wisata Terpadu Desa Tua Bali Aga (Desa Taro, Kenderan, dan Tegallalang); optimalisasi TPA Temesi.
Pembangunan TPST Bitera; pembangunan TPST Temesi; pembangunan TPS3R di 20 Desa; pembangunan IPAL perkotaan Gianyar di TPA Temesi; pembangunan TPST Limbah B3 di TPA Temesi; peningkatan jalan Patung Arjuna-Pejeng; pembangunan system jaringan utilitas terpadu kawasan perkotaan Ubud; dan pembangunan pusat daur ulang di Kelurahan Beng.
Usulan-usulan itu pun masih terus dimatangkan OPD pengampu terkait dengan kajian-kajian yang ada.
Sebelumnya Ketua Yayasan Bina Wisata Ubud, Tjokorda Gde Bayuputra Sukawati berharap agar pengembangan kawasan wisata Ulapan itu dapat membawa pembaharuan-pembaharuan termasuk ruang-ruang inovasi bagi Ubud, dan seiring waktu Ubud dapat berevolusi sesuai dengan tuntutan jaman tanpa meninggalkan jati dirinya.
Disamping itu, penataan kawasan Ulapan ini menurutnya akan memberi dampak besar bagi masyarakat. Terutama dalam melihat masa depan bagi generasi penerus. Apalagi menyadari akan tuntutan dari sebuah era yang akan mengharuskan masyarakat Ubud memiliki sebuah toolset dan mindset yang sesuai untuk bisa melewati era tersebut dengan baik.
“Dan tentunya bersiap menghadapi era selanjutnya. Disinilah saya rasa jika Master Plan Ulapan ini dapat semakin dikembangkan dan diwujudkan sebagaimana idealnya, dan bisa menjadi sebuah investasi yang sangat bermakna untuk Ubud di generasi-generasi berikutnya,” pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana