BALIEXPRESS.ID - Jumat (23/8), kembali terjadi bentrokan sengit antara Geng Gaza dan Geng Balmor yang menggemparkan Denpasar Utara, Bali.
Akibatnya, puluhan Anak Baru Gede (ABG), baik yang masih berstatus pelajar maupun yang sudah putus sekolah, diamankan oleh tim gabungan Polsek Denpasar Utara, Polresta Denpasar, dan Resmob Polda Bali.
Tawuran ini dipicu oleh video sepele yang beredar, menunjukkan baju bertuliskan "Balmor" yang di balik oleh anggota Geng Gaza.
Orang Tua Kaget dan Sedih
Di Polsek Denpasar Utara, beberapa orang tua dari ABG yang terlibat perkelahian mengungkapkan keterkejutan mereka.
Mas Nur, 39, salah satunya. "Saya terkejut ketika datang ke polsek dan mengetahui keponakan saya terlibat," ungkapnya.
Keponakannya ternyata tergabung dalam Geng Gaza dan terlibat tawuran dengan Geng Balmor di kawasan Gatsu Tengah pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.30.
Di sisi lain, Pak PT, orang tua dari salah satu pentolan Balmor, mengaku sangat sedih mengetahui anaknya terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
"Saya akan berusaha membimbing anak saya agar tidak bergabung dengan geng apa pun dan fokus pada hal-hal positif," ujarnya.
Polisi Beri Sanksi Tegas
Kapolsek Denpasar Utara, Iptu I Wayan Juwahyudhi, S.H., M.H., langsung turun tangan memimpin pembinaan fisik terhadap para pelajar yang terlibat.
Mereka diberikan hukuman push up dan sit up di hadapan orang tua dan pihak Dinas Pendidikan.
"Kalau terulang lagi, kami akan tindak tegas," tegas Kapolsek. Selain itu, kesepakatan damai dibuat antara kedua geng untuk mencegah terulangnya kejadian ini di masa depan.
Polisi berharap para orang tua dan pihak sekolah bisa lebih proaktif dalam mendekati anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke dalam aksi kekerasan yang melanggar hukum.
"Semoga ke depan tidak terjadi lagi," harap Kapolsek.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para remaja dan orang tua di Denpasar Utara, bahwa tawuran dan aksi kekerasan tidak akan pernah berakhir baik.
Polisi telah mengamankan barang bukti dan memberikan sanksi wajib lapor bagi para pelajar yang terlibat. Jika kejadian ini terulang, tindakan tegas siap menanti. ***
Editor : I Putu Suyatra