Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Isu Eliminasi Anjing Liar di Bali, AWK Minta Waspadai Oknum Aktivis yang Jual Isu Penderitaan Binatang

Wiwin Meliana • Selasa, 15 Oktober 2024 | 15:48 WIB

Anggota DPD RI Bali Arya Wedakarna tanggapi isu eliminasi anjing liar di Bali
Anggota DPD RI Bali Arya Wedakarna tanggapi isu eliminasi anjing liar di Bali

BALIEXPRESS.ID-Anggota DPD RI Bali, Gusti Ngurah Arya Wedakarna turut menanggapi maraknya isu tentang rencana pemberangusan anjing-anjing liar di Bali dalam dua minggu ke depan.

Terkait hal itu, pihaknya menolak rencana pemberangusan atau eliminasi anjing-anjing liar hanya untuk tujuan Bali bebas rabies.

Baca Juga: Isu Eliminasi Anjing Liar di Bali, Niluh Djelantik Minta Berdayakan Fakultas Peternakan dan Dokter Hewan

Meski menolak adanya rencana eliminasi anjing-anjing liar, namun AWK menegaskan bahwa isu ini merupakan isu yang muncul setiap tahunnya.

Pihaknya meminta masyarakat waspada dengan oknum-oknum aktivitis yang melakukan kampanye penyelamatan hewan seperti anjing dan monyet di Bali.

“Semeton juga harus tau bahwa banyak orang atau organisasi baik itu orang lokal maupun orang asing yang suka dan kerap memanfaatkan penderitaan hewan-hewan ini untuk memperkaya diri,” jelas AWK melalui akun media sosialnya dikutip pada Selasa (15/10/2024).

Baca Juga: Waduh, Baru 6 Bulan Dipasang, Kamera ETLE di Bangli Sudah Bermasalah

Lebih lanjut, AWK mengatakan bahwa banyak orang asing yang datang ke Bali kemudian menampilkan penderitaan-penderitaan anjing-anjing jalanan kemudian mengunggahnya dimedia sosial untuk menggalang donasi.

Penggalangan donasi tersebut diduga untuk memperkaya diri.

“Mereka menampilkan binatang-binatang, mereka kirim foto itu ke negara mereka untuk menggalang donasi, biasanya donasi itu digunakan untuk memperkaya diri,” imbuh AWK.

Lebih lanjut, meski menyebut meski ada oknum aktivis yang selalu menjual isu tentang kesejahteraan binatang, namun pihaknya tak menampik bahwa banyak organisasi dog lovers yang bekerja dengan tulus.

Baca Juga: Kasus Dugaan Intimidasi Heri dan Mangku Widiana Dihentikan Bawaslu Tabanan, Tim Kuasa Hukum Pikirkan Upaya Lain

“Memang ada aktivis binatang yang memang bekerja dengan baik, bersinergi dengan pemerintah dan saya juga tahu datanya,” pungkas AWK.

Sebelumnya, Jagat media sosial (medsos) heboh karena beredar isu anjing jalanan akan disuntik mati jika tidak ada yang mengadopsi.

Informasinya, Pemerintah Bali memberikan tenggat waktu dua minggu. Kontan, isu tersebut menuai pro dan kontra.

Disisi lain, Penjabat (Pj) Gubernur Bali, S. M. Mahendra Jaya, membantah isu yang beredar di media sosial terkait rencana penangkapan dan eliminasi anjing jalanan di Bali dalam dua minggu.

Baca Juga: Operasi Zebra Agung 2024 Digelar di Tabanan, Ini 6 Sasaran Penindakan selama 14 Hari

Mahendra Jaya menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk melakukan eliminasi anjing liar, melainkan fokus pada optimalisasi vaksinasi rabies, termasuk pada anjing liar.

"Belum ada rencana eliminasi. Rencana yang ada adalah bagaimana optimisasi vaksinasi anjing untuk mencegah rabies, termasuk anjing liar,” katanya, Senin (14/10).

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#arya wedakarna #AWK #eliminasi anjing liar #aktivis