Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem Pacu Pengembangan Pertanian Organik

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 10 Desember 2024 | 04:00 WIB
ORGANIK: Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Prikanan Karangasem I Nyoman Siki Ngurah terus memacu perkembangan pertanian organik.
ORGANIK: Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Prikanan Karangasem I Nyoman Siki Ngurah terus memacu perkembangan pertanian organik.

BALIEXPRESS.ID – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem terus berupaya meningkatkan hasil pertanian di kabupaten tersebut, termasuk mendorong pengembangan pertanian organik untuk menjaga kesuburan tanah atau lahan pertanian.

Selain itu, produk pangan yang dihasilkan dari pertanian organik sangat sehat karena sistem pertaniannya tidak menggunakan bahan kimia sintetis yang tidak ramah lingkungan, di mana residu pada pangan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, belum lama ini menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong petani di sejumlah subak di Kabupaten Karangasem untuk mengembangkan pertanian organik.

Karena menggunakan sistem organik, tata cara pengolahan lahan dan pola tanam, termasuk penggunaan pupuk organik, dilakukan secara alami.

“Kami terus mendorong petani di sejumlah subak untuk beralih ke pertanian organik. Ini sekaligus menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan pupuk kimia, karena pertanian organik memanfaatkan pupuk organik,” tegas Siki Ngurah.

Saat ini, petani di Subak Bakung, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem, sudah mulai mengembangkan pertanian organik.

Siki Ngurah menyebutkan bahwa pertanian organik di subak ini telah memasuki masa tanam ketujuh.

Ia mengakui bahwa pada masa tanam pertama, kedua, dan ketiga, hasil panen pertanian padi organik belum maksimal jika dibandingkan dengan pertanian yang menggunakan pupuk kimia.

Namun, mulai masa tanam kelima, keenam, dan ketujuh, hasil panen petani mulai mendekati normal.

“Hal ini menandakan tingkat kesuburan tanah pada lahan pertanian organik sudah meningkat. Nah, yang perlu dilakukan sekarang adalah menjaga kelangsungan pertanian organik ini. Karena setelah lahan pertanian organik menjadi subur, tidak boleh lagi terkontaminasi bahan kimia,” jelasnya.

Prospek padi organik dari hasil pertanian organik sangat bagus, terutama karena saat ini gaya hidup masyarakat telah berubah.

Baca Juga: Breaking News! Hasil Undian Kualifikasi Piala Asia 2027: Diikuti 24 Tim, Grup F Didominasi ASEAN, Timnas Indonesia Lawan Siapa?

Banyak masyarakat yang mulai beralih ke bahan atau menu makanan dari hasil pertanian organik.

Menurut Siki Ngurah, berkat pendampingan petugas penyuluh pertanian, para petani di Subak Bakung sudah mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya menyediakan pupuk organik padat untuk petani.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan suplai pupuk organik padat sebanyak 600 ton ke Dinas Pertanian Provinsi Bali.

Hal ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan pengembangan pertanian organik di Kabupaten Karangasem. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#organik #perikanan #pangan #dinas #pertanian #karangasem