SINGARAJA, BALI EXPRESS – Deru semangat mulai terdengar dari utara Bali. KONI Kabupaten Buleleng bersiap bertarung di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI yang akan digelar pada 7–17 September 2025. Bertempat di Gedung Wanita Laksmi Graha, Kamis (17/4), Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) jadi ajang pemanasan strategi besar-besaran demi membawa harum nama daerah.
Ketua Umum KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja, tampil dengan nada penuh tekad. Ia memastikan, persiapan bukan sekadar formalitas. Mulai dari tes fisik, tes psikologi, hingga tahapan desk atlet, semua dilakukan serius dan sistematis.
“Kami sudah start sejak dini. Ini bukan kerja semalam. Saat ini, sudah masuk tahap akhir untuk menyaring para atlet terbaik yang akan jadi kontingen Buleleng,” ungkapnya.
Buleleng, katanya, tak ingin main setengah hati. Bahkan, bisa dibilang ‘maju tanpa ragu’. Dari 49 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porprov, 48 siap diikuti. Satu sisanya? Bukan karena malas, tapi karena memang belum terbentuk di Buleleng.
“Kita gas semua! Ini hasil diskusi panjang dengan tim sport science. Semuanya sudah dihitung—kuota, potensi, sampai peluang medali,” imbuh Wiratmaja.
Baca Juga: Petani Jagung Buleleng Masih Kesulitan Pasarkan Hasil
Dari sisi provinsi, Ketua KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, memberikan gambaran besar: 49 cabor, 647 nomor pertandingan. Tapi ada satu syarat penting—setiap nomor harus diikuti minimal empat kabupaten/kota. Kalau kurang, otomatis dicoret. Tantangan yang tak main-main.
“Ini bukan cuma soal menang-kalah. Tapi juga partisipasi aktif seluruh daerah. Kita ingin Porprov ini jadi ajang kebangkitan olahraga Bali,” katanya.
Dukungan dari Pemkab Buleleng pun tak tanggung-tanggung. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng, Gede Sandhiyasa, mewakili Bupati, menegaskan dana hibah Rp 23 miliar telah disiapkan. Cairnya bertahap, menyesuaikan kondisi kas daerah dan arahan efisiensi nasional.
“Meski bertahap, komitmen pemerintah tak setengah-setengah. Kita all out,” ujarnya mantap.
Dari gedung dewan, Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Sukarmen, juga ikut menyulut semangat. Ia berharap anggaran terus didorong, termasuk untuk bonus atlet.
“Atlet kita harus fokus bertanding, bukan mikir biaya. Soal bonus? Harus kita kawal. Buleleng ini bukan kaleng-kaleng!” serunya. ***
Editor : Dian Suryantini