BALIEXPRESS.ID — Sejumlah mahasiswa Universitas Udayana (Unud) dikabarkan mengalami tindak penipuan melalui panggilan telepon spam.
Dugaan sementara, panggilan tersebut muncul akibat kebocoran data mahasiswa dari salah satu situs kampus.
Menanggapi hal ini, Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dr. Dewi Pascarani, menegaskan bahwa hingga saat ini tim Unit Sumber Daya Informasi (USDI) belum menemukan indikasi adanya akses tidak sah terhadap sistem kampus.
“Adapun modus yang digunakan dalam penipuan seperti pemberitaan tersebut tidak berhubungan langsung dengan data sistem kampus,” jelas Dewi, Kamis (19/6).
Dewi menyampaikan bahwa belum ada laporan resmi yang masuk terkait kasus penipuan tersebut.
Meski demikian, pihak kampus sedang berusaha menelusuri mahasiswa yang dikabarkan menjadi korban.
Baca Juga: Genjot PAD, Pemkab Badung Bentuk Tim TOPD
“Tapi kami sedang mencoba menelusuri mahasiswa yang diberitakan menjadi korban penipuan tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengimbau mahasiswa yang merasa menjadi korban untuk melapor melalui jalur resmi, dimulai dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) kemudian diteruskan ke Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Lebih lanjut, Dewi mengingatkan agar seluruh civitas akademika tetap waspada terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan Universitas Udayana.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis Dini Hari di Banjarangkan! Pemuda Tewas Tabrak Truk Parkir: Begini Kronologinya
Ia menekankan pentingnya mengakses informasi hanya melalui kanal resmi universitas.
“Seluruh mahasiswa dan civitas akademika Unud agar mengakses informasi dari sumber dan kanal resmi milik Universitas Udayana,” tutupnya.(***)
Editor : Rika Riyanti