Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Harga Babi di Bali Anjlok, Peternak Kembali Tertekan

Rika Riyanti • Minggu, 3 Agustus 2025 | 02:32 WIB

 

Ilustrasi harga babi anjlok
Ilustrasi harga babi anjlok


 

BALIEXPRESS.ID - Harga jual babi di Bali kembali terjun bebas hingga menyentuh angka Rp36.000 per kilogram berat hidup.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan beberapa waktu lalu yang sempat menembus Rp60.000 per kilogram, membuat banyak peternak kini kembali merugi.

Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, I Ketut Hari Suyasa, menjelaskan bahwa penurunan ini erat kaitannya dengan berkurangnya permintaan dari luar daerah.

Baca Juga: Kasus Ibu Hamil Reaktif Hepatitis di Bali Tembus 1.624, Bayi Terdampak Capai Ribuan

“Jika daerah tujuan tertutup, peluang kita menaruh daging sedikit,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, minimnya pengiriman ke luar Bali dipicu oleh munculnya kembali wabah di sejumlah daerah penghasil ternak.

Hal ini memaksa peternak di daerah tersebut mengosongkan kandang mereka sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga: TRAGIS! Wisatawan asal Ukraina Ditemukan Tewas Terseret Ombak di Diamond Beach

“Manado dan Lampung yang juga menjadi daerah tujuan (pengirim), bukan serapan, tengah terdampak wabah. Meski tidak seekstrem dulu, namun ketika ada satu case (suspect), maka mereka harus melakukan pengosongan kandang,” terangnya.

Kondisi tersebut berdampak pada pasar di Bali.

Dengan membanjirnya pasokan babi dari daerah lain yang dijual lebih murah, harga lokal pun ikut terpukul.

Baca Juga: Dari Wilayah Kepulauan, UMKM Ini Berhasil Jadi Pemasok Program MBG dengan Dukungan Pembiayaan BRI

Saat ini, harga jual babi di Bali berada di bawah harga pokok produksi (HPP), yang mencapai Rp40.000 per kilogram berat hidup.

Turunnya harga ini semakin menyulitkan peternak untuk bertahan.

Padahal sebelumnya, harga stabil di atas Rp50.000 per kilogram selama hampir dua tahun terakhir, didukung oleh tingginya permintaan dari wilayah seperti Sulawesi dan Kalimantan.

Baca Juga: Begini Kronologi Kecelakaan Lalu Lintas yang Tewaskan Pemotor di Bypass Ida Bagus Mantra

Kini, harapan peternak kembali meredup akibat situasi pasar yang tidak menentu.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #babi #harga #terjun bebas