Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sampah Bulfest 2025 Dipastikan Tidak Berakhir di TPA Bengkala, Begini Strategi Panitia!

Dian Suryantini • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 15:13 WIB

 

Sekda Buleleng, Gede Suyasa
Sekda Buleleng, Gede Suyasa

BALIEXPRESS.ID – Buleleng Festival (Bulfest) 2025 bukan hanya pesta seni, budaya, dan kreativitas, tetapi juga menjadi panggung edukasi lingkungan.

Panitia memastikan selama festival berlangsung, 18–23 Agustus 2025, tidak ada sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala.

Komitmen ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng sekaligus Ketua Panitia Bulfest 2025, Gede Suyasa, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya, pengelolaan sampah selama Bulfest akan dilakukan secara ketat dengan sistem pemilahan langsung di lokasi acara.

“Kami akan siapkan dua jenis tempat sampah, organik dan non-organik di setiap titik kegiatan. Sampah yang terkumpul tidak akan dikirim ke TPA, tetapi langsung ke bank sampah dan TPS3R yang dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

Tidak hanya mengandalkan fasilitas, panitia juga melibatkan relawan dan komunitas lingkungan sebagai volunteer kebersihan.

Mereka akan bertugas mengawasi, memilah, dan mengangkut sampah hingga larut malam, memastikan setiap pagi area Bulfest bersih dari sampah.

“Relawan akan bekerja sama dengan DLH. Sampah plastik dan organik dipisahkan, lalu kirim ke bank sampah dan TPS3R. Paginya pengunjung sudah bisa menikmati area festival yang bersih,” imbuh Suyasa.

 Ia juga mengajak seluruh masyarakat, terutama pengunjung Bulfest, untuk berperan aktif menjaga kebersihan.

“Ubah mindset dari diri kita dulu. Kebersihan bagian dari kesehatan. Mari kelola sampah dengan bijak,” pesannya.

Bulfest 2025 mengusung tema “The Mask History of Buleleng – Topeng Leluhur, Jiwa Buleleng”.

Tema ini akan mewarnai setiap zona kegiatan yang tersebar di berbagai titik strategis Kota Singaraja.

 Zona Puri Kanginan di kawasan Catus Pata akan menjadi pusat pertunjukan seni klasik, sedangkan Gedung Sasana Budaya menghadirkan pertunjukan seni tradisional.

Sepanjang Jalan Veteran akan dipenuhi UMKM kuliner, sementara halaman parkir DPRD Buleleng disulap menjadi area kreativitas anak muda dengan open stage untuk pertunjukan musik dan seni kontemporer.

Tidak ketinggalan, Ruang Terbuka Hijau Rumah Jabatan Bupati menjadi lokasi Buleleng Digital Ekspo, lengkap dengan pameran lukisan bertema topeng di ruang rapatnya.

Gedung Laksmi Graha akan menjadi tempat seminar budaya yang membedah nilai-nilai dan sejarah topeng Buleleng.

Sementara itu, Jalan Pahlawan di depan Taman Makam Pahlawan Curastana akan dipenuhi stan UMKM kriya dan fashion.

Panggung utama Bulfest berdiri megah di depan Tugu Singa Ambara Raja, ikon kebanggaan Bali Utara, menjadi pusat perayaan dan pertunjukan berskala besar.

 Dengan konsep ini, Bulfest 2025 tidak hanya memanjakan mata dan telinga melalui suguhan seni dan budaya, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana sebuah event besar bisa berlangsung tanpa membebani lingkungan.

“Bulfest tahun ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa seni, budaya, dan lingkungan bisa berjalan beriringan. Inilah jiwa Buleleng yang sesungguhnya,” tutup Suyasa. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#TPA Bengkala #bulfest #buleleng