BALIEXPRESS.ID – Kesabaran dan keberuntungan menjadi kunci utama dalam lomba mancing Bali Express yang digelar di Kolam Pancing Nirmala, Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Minggu (21/9/2025).
Pada sesi pertama, sebanyak 15 ekor ikan master ditebar dengan total berat 40 kilogram.
Tiga peserta berhasil mencatatkan diri sebagai peraih ikan terberat. Juara pertama diraih I Wayan Miarta asal Banjar Jeleka, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, dengan hasil tangkapan seberat 1,8 kilogram.
Disusul Ketut Sandiasa dari Banjar Beneng, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, dengan bobot ikan 1,6 kilogram. Sementara posisi ketiga ditempati I Made Murdiasa yang juga berasal dari Banjar Jeleka, Desa Batuan, Sukawati, dengan hasil tangkapan 1,5 kilogram.
Miarta, 30, yang sehari-hari bekerja sebagai pengukir kulit sapi untuk perlengkapan tari, mengaku senang bisa meraih juara pertama. “Astungkara, tiang bisa dapat juara satu. Ini pengalaman kedua ikut lomba di sini. Dulu pertama ikut sempat juara tiga, sekarang malah juara satu,” ujarnya dengan senyum puas.
Ia menceritakan, biasanya lebih terbiasa memancing di spot air deras di daerah Gianyar, seperti Tegalalang dan Singapadu. “Menurut saya, mancing di air deras lebih gampang dibanding di kolam seperti ini. Saya tahu info lomba ini dari teman di grup mancing, makanya saya ikut lagi,” tambahnya.
Adapun hadiah yang diterima Juara 1 sebesar Rp1, 5 Juta, Juara 2 sebesar Rp950 ribu dan Juara 3 sebesar Rp750. Namun para juara mendapatkan tambahan dari Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra masing-masing Rp1 Juta untuk Juara 1, Rp700 ribu untuk Juara 2, dan Rp500 ribu untuk Juara 3.
Kemenangan ini menjadi motivasi tersendiri bagi Miarta untuk terus menekuni hobi mancing, sekaligus mempererat kebersamaan dengan sesama komunitas pemancing di Bali. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana