BALIEXPRESS.ID- Tingginya angka bunuh diri di Bali, memacu pemerintah daerah untuk melakukan pencegahan, salah satunya memasang pagar pengaman.
Seperti yang dilakukan di atas Tukad Yeh Penet yang menghubungkan Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga dan Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung.
Area itu dipasangi railing atau pengaman untuk mencegah terjadinya kasus ulah pati atau bunuh diri di jembatan tersebut.
Perbekel Cau Belayu, I Putu Eka Jayantara membenarkan adanya pemasangan railing di tersebut.
Proses pemasangan railing ini masih berjalan di jembatan yang memiliki tinggi sekitar 100 meter.
“Proses pemasangan railing ini sudah dilakukan sejak awal pekan lalu, saat ini masih dalam proses pemasangan,” jelasnya.
Eka Jayantara menjelaskan jika proses pemasangan railing ini, menggunakan dana dari anggaran Kabupaten Badung, dengan surat pemberitahuannya kami terima pada 24 Juni 2025 lalu.
Sementara itu pemasangan railing ini sendiri sudah berlangsung kurang lebih dua minggu.
"Kalau jembatannya sendiri itu penghubung dua desa yaitu Desa Cau Belayu, Tabanan dan Desa Sangeh, Badung. Sementara di bawahnya itu Tukad Yeh Penet," kata Eka Jayantara.
Adapun pemasangan railing bertujuan untuk mencegah kejadian ulah pati atau bunuh diri di jembatan tersebut.
Menurut Eka Jayantara, jembatan tersebut diresmikan sejak tahun 2013. Sejak saat itu ada sekitar lima orang korban bunuh diri di jembatan tersebut.
"Ada lima korban bunuh diri. Terakhir itu tahun 2022. Selain kasus bunuh diri yang meninggal, ada juga yang melakukan percobaan bunuh diri di sana, tetapi berhasil dicegah," lanjutnya.
Menurutnya, jembatan penghubung Desa Cau Belayu-Sangeh ini memiliki tinggi 100 meter dari dasar sungai dan di bawahnya penuh dengan bebatuan. (*)
Editor : I Made Mertawan