Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Museum Bom Bali Diharpakan Segera Dibangun

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 19 Oktober 2025 | 23:39 WIB

Ketua LPM Kuta, Putu Adnyana.
Ketua LPM Kuta, Putu Adnyana.

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung telah merancang pembangunan Museum Bom Bali di kawasan Jalan Legian, Kelurahan Kuta.

Pembangunan museum yang memperingati tragedi memilukan ini pun diharapkan segera diibangun.

Lantaran selain mengenang sejarah keberadaannya dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

Baca Juga: BRIncubator BRI Antar Findmeera Jadi Brand Fashion Inspiratif dari Kalangan Ibu Rumah Tangga

Ketua LPM Kelurahan Kuta, Putu Adnyana mengatakan, saat ini memang telah ada rancangan pembangunan Museum Bom Bali.

Bahkan ia mengetahui, lahan untuk museum telah disiapkan oleh Pemkab Badung.

Nantinya sesuai informasi yang didapatkan museum tersebut akan berisi sejarah tragedi yang tidak diharapkan terjadi lagi.

Baca Juga: Percasi Bali Gelar Kejuaraan Catur Junior, Nyoman Parta Dorong Catur Kembali Merakyat

“Rencananya akan dibangun museum di sebelah monumennya, artinya menjadi kesatuan nanti kedepannya,” ujar Adnyana, Minggu (19/10).

Adanya museum dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

Bahkan tanpa dipungkiri doa bersama dalam peringatan Bom Bali banyak keluarga korban yang datang dari jauh-jauh hari.

Baca Juga: Tabrak Lari di Pegayaman, Bocah 4 Tahun Alami Patah Tulang, Polisi Kejar Pelaku

“Meski tahun ini peringatannya sederhana padahal kalau Pemkab Badung jeli, itu keluarga korban sejak awal Oktober sudah disini untuk menanti 12 Oktober,” ungkapnya.

Adnyana pun berharap nantinya museum tersebut dapat segera dibangun, sesuai dengan informasi terakhir yang akan dimulai 2026.

Untuk itu dirinya juga berharap pengelolaan museum dapat diberikan kepada LPM Kelurahan Kuta.

Sejalan dengan permohonan pengelolaan Monumen Bom Bali yang sedang diproses.

“Kami dari LPM Kelurahan Kuta memohon diberikan pengelolaan monumen ini nanti akan bersambung dengan pengelolaan museum. Tetapi tidak terlepas mohon biaya perawatannya, tetap melalui anggaran Pemkab Badung,” paparnya.

Permohonan ini diajukan, lantaran untuk memastikan pengelolaan sepenuhnya dilakukan oleh LPM Kuta.

Sehingga dalam setiap kegiatan baik itu perawatan, kebersihan maupun keamananya.

“Karena yang terdekat itu kan kami, apapun yang berkaitan dengan keamanan, acara-acara di monumen lebih cenderung mencari ke kami. Makanya itu harapannya agar diberikan pengelolaan,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung selaku pengampu museum pun telah melakukan pematangan lahan dan penyiapan feasibility study (FS).

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman websiste Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung penyusunan DED masih dalam proses lelang, dengan nama paket belanda Modal Bangunan Gedung Museum - Penyusunan DED Pembangunan Museum Perdamaian Bali. 

Adapun Pagu anggarannya adalah sebesar Rp867,5 miliar lebih.

Proyek ini masuk anggaran APBD 2025, berupa kategori jasa konsultasi badan usaha konstruksi.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, sesuai rencana yang disetujui Bupati Badung pembangunan Museum Perdamaian akan dilakukan pada tahun 2026.

Untuk konsep dan rancangan pembangunan museum ini bahkan telah dibahas bersama Bupati Badung dan OPD terkait.

"Ya, saat ini baru penyusunan DEDnya. Itu dikerjakan oleh Dinas PUPR, termasuk pembangunannya. Nanti kami terima jadi," ujar Sudarwitha. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#kunjungan wisatawan #pembangunan #Pemkab Badung #museum #bom bali