SINGARAJA, BALI EXPRESS - Upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mengurangi timbunan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala kini memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun mengandalkan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle) konvensional yang lebih fokus pada sampah organik, kini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng menggandeng Rumah Plastik Mandiri, Singaraja untuk menghadirkan inovasi mesin pengolahan sampah terpadu. Program terobosan itu diberi nama TPS3R Plus, dan akan dipilotkan pertama kali di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUTR Buleleng, Gede Suharjono, mengungkapkan bahwa mesin inovatif ini mampu mengolah dua jenis sampah sekaligus—organik dan plastik—dalam satu rangkaian proses. Bukan sekadar mereduksi volume, tetapi juga melakukan pencacahan dan pemilahan secara otomatis, sesuatu yang belum dimiliki TPS3R sebelumnya.
“Kalau TPS3R konvensional hanya fokus mengelola sampah organik, plastiknya tetap harus dipilah lagi secara manual. Dengan TPS3R Plus, desa bisa mengolah plastiknya sendiri. Ini sekaligus mendukung program inovasi jalan cantik, yakni pengaspalan jalan menggunakan campuran sampah plastik,” jelas Suharjono, Senin (1/11).
Ia menambahkan, kemampuan TPS3R Plus dalam membantu pemilahan otomatis akan sangat meringankan kerja para pengelola TPS3R. Selama ini masyarakat memang sudah relatif baik dalam memilah sampah dari rumah, namun hasilnya belum sempurna. Mesin ini diharapkan mampu menambal kekurangan tersebut.
Untuk membangun fasilitas TPS3R Plus berikut mesin dan bangunannya, PUTR Buleleng menyiapkan anggaran sekitar Rp300–400 juta. Biaya ini dinilai sebanding dengan manfaat besar yang akan diberikan dalam pengelolaan sampah terpadu.
Kabid Suharjono menyebut, saat ini Buleleng memiliki 57 TPS3R aktif, namun belum semuanya berjalan optimal. Oleh karena itu, saat workshop di Rumah Plastik Singaraja, pihaknya mempertemukan perwakilan TPS3R dari berbagai desa agar melihat peluang kolaborasi baru, termasuk pemanfaatan teknologi pengolahan plastik.
“Kami dorong agar 57 TPS3R ini bisa benar-benar optimal. Dengan adanya pilot project ini, kami ingin memastikan desa bisa mandiri dalam pengelolaan sampah. Kalau plastik dan organik bisa ditangani tuntas di desa, harapannya sampah tidak menumpuk lagi di TPA Bengkala,” ujarnya.
Sementara itu, Owner Rumah Plastik Singaraja, Putu Eka Darmawan, menjelaskan bahwa mesin ciptaannya mampu mengolah sampah plastik hingga 5 ton per hari dalam durasi kerja sekitar delapan jam. Seluruh proses berjalan otomatis tanpa memerlukan bahan bakar minyak, melainkan menggunakan tenaga listrik bertegangan 33.000 watt.
“Selama ini kami menjadi pemasok utama bahan plastik untuk kebutuhan pengaspalan jalan di Buleleng. Dengan kehadiran mesin ini, desa bisa ikut berkontribusi menyediakan bahan plastik tersebut. Ini akan memberikan nilai tambah bagi desa,” jelas Eka Darmawan.
Ia menegaskan bahwa TPS3R Plus ini merupakan yang pertama di Buleleng dan dirancang agar minim perawatan. Mesin tidak membutuhkan tenaga profesional untuk mengoperasikannya. Para operator cukup melakukan perawatan dasar, seperti pengecekan baut, oli, dan membersihkan mesin agar tidak berkarat.
Menurut Eka Darmawan, inovasi TPS3R Plus diharapkan mampu menghadirkan solusi praktis bagi desa-desa yang selama ini kewalahan menangani timbulan sampah, terutama plastik. Dengan sistem pengolahan terintegrasi, desa tidak hanya mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA, tetapi juga bisa menghasilkan bahan baku untuk kegiatan pembangunan, seperti perbaikan jalan dengan campuran plastik.
“Kami berharap kehadiran mesin ini mampu meningkatkan fungsi TPS3R yang sudah berjalan sebelumnya. Idealnya, permasalahan sampah desa harus selesai di desa. Dengan teknologi ini, kami optimis hal itu bisa diwujudkan,” ujarnya.
Kehadiran TPS3R Plus di Desa Anturan menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu. Kolaborasi dengan pihak swasta, seperti Rumah Plastik Singaraja, bukan hanya memperkaya inovasi, tetapi juga mempercepat realisasi target pengurangan beban TPA Bengkala.
Dengan kapasitas besar, pengolahan terpadu, serta nilai ekonomis bagi desa, TPS3R Plus diharapkan menjadi model baru yang dapat direplikasi ke desa-desa lain di Buleleng. ***
Editor : Dian Suryantini