BALIEXPRESS.ID – Dinas Pekerjaan Umum Bangli bergerak cepat menangani jalan jebol di jalur utama Penelokan, tepatnya di wilayah Banjar Bugbugan, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani.
Jalan yang jebol pada Selasa (9/12/2025) sore itu langsung ditangani keesokan harinya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Bangli, Dewa Agung Putra Suryadarma, menegaskan bahwa kerusakan tersebut harus segera ditangani.
Hal itu dilakukan agar tidak semakin parah, terlebih saat ini memasuki musim hujan.
“Kalau tidak ditangani cepat, nanti keburu putus,” ungkap Suryadarma pada Rabu (10/12/2025).
Selain mencegah kerusakan bertambah, percepatan perbaikan dilakukan karena jalur tersebut merupakan akses utama sekaligus jalur pariwisata yang diperkirakan akan ramai saat perayaan Natal dan Tahun Baru.
Berdasarkan perkiraan Dinas Pariwisata Bangli, kunjungan ke DTW Kintamani yang biasanya mencapai sekitar 3.000 wisatawan per hari berpotensi meningkat dua kali lipat pada masa libur Nataru.
Penelokan diprediksi salah satu jalur yang padat lalu lintas. “Mudah-mudahan dua hari selesai,” harapnya.
Penanganan dilakukan dengan membangun dinding penahan tanah (DPT).
Selanjutnya dilakukan pengurugan dan penegerasan jalan menggunakan rabat beton sebelum dipasang hotmix agar lebih awet, mengingat titik tersebut sudah beberapa kali jebol akibat tergerus air hujan.
Untuk pembiayaan, perbaikan memanfaatkan anggaran rutin. Dinas setempat tidak dapat menganggarkan secara khusus karena membutuhkan proses dan waktu.
“Kalau menunggu dianggarkan tersendiri, tahun 2026 baru bisa tertangani,” jelas mantan Kasatpol PP Bangli ini.
Guna mencegah kejadian serupa, pejabat asal Susut ini juga berkoordinasi dengan pihak Desa Batur Tengah.
Hal ini dilakukan karena besarnya debit air hujan dari dataran tinggi dipicu oleh beberapa sodetan yang ditutup warga lantaran aliran air jatuh ke lahan mereka.
“Jadinya air numplek di lokasi jebol. Kami akan komunikasikan soal pembukaan sodetan itu agar kejadian tidak terulang,” tegasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan