BALIEXPRESS.ID - Desa Adat Kuta akan melakukan pengurangan pedagang yang berjualan di kawasan Pantai Kuta.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk penataan kawasan wisata agar lebih nyaman bagi pengunjung.
Terlebih di sepajang pantai kini ada sekitar 800 pedagang yang berada di pantai berpasir putih tersebut.
Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana mengatakan, ada tiga jenis pedagang yang kini berjualan di pantai tersebut.
Meliputi pedagang yang terdata pada tahun 2020, pedagang di pinggir Jalan Pantai Kuta yang kini masuk pantai, dan pedagang liar.
“Nanti yang beraktivitas berjualan atau pedagang di Pantai Kuta, adalah mereka yang benar-benar nanti terdata, terdaftar di Desa Adat Kuta,” ujar Alit Ardana, belum lama ini.
Baca Juga: DPRD Bangli Terbelah soal Wacana Kiriman Sampah Denpasar, Ketua Dewan Beri Lampu Hijau
Pihaknya menyebutkan, akan dilakukan pengurangan sekitar 40-50 persen pedagang di pantai.
Sementara jumlah pedagang di sepanjang pantai mulai dari Sekeh hingga perbatasan Legian diperkirakan 800 lebih.
Seluruh pedagang tersebut, merupakan warga adat dan non adat di Kuta.
Baca Juga: Pelestarian Lingkungan Berbasis Ekoteologi, Kemenag Gianyar dan DLHK Gianyar Teken Kerjasama
“Berarti ada pengurangannya bagian 420 pedagang. Ya biar tidak sesaklah,” tegasnya.
Alit Ardana juga menerangkan, penataan ini juga sejalan dengan rencana Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Hanya saja dirinya memastikan, pengurangan pedagang tetap mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat.
Terlebih dirinya mengaku, tugas desa adalah memberikan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat desa.
“Karena kami harus melihat periuk nasi daripada masyarakat kami yang memang benar-benar membutuhkan berjualan atau berusaha di sepanjang pesisir Pantai Kuta,” jelasnya.
Alit Ardana menambahkan, para pedagang juga diwajibkan mendapatkan izin berjualan dari masing-masing kelihan banjar dan memiliki nomor.
Selain mengurangi jumlah pedagang, pihaknya kini juga akan merenovasi gerobak kreatif.
“Kami akan ubah, itu karena kayunya kualitasnya luar biasa, bagus, itu kami akan ubah menjadi meja-meja nanti di stand-stand yang ada,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga