Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Realisasi PAD Bangli 2025 Meleset dari Target, Retribusi Daerah Jadi Perhatian

I Made Mertawan • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:05 WIB
Ilustrasi PAD
Ilustrasi PAD

BALIEXPRESS.ID – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli pada tahun 2025 meleset dari target.

PAD yang dipasang dalam APBD sebesar Rp303 miliar, realisasi hanya mencapai Rp272,55 miliar atau 89,94 persen.

Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Putu Agus Muliawan mengatakan bahwa tidak tercapainya target PAD disebabkan oleh sejumlah komponen yang tidak memenuhi target.

Dari lima komponen PAD, hanya dua tercatat melampaui target, yakni hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain PAD yang sah.

Sementara itu, retribusi daerah dan pajak daerah yang menjadi penopang terbesar PAD justru belum sesuai harapan.

Agus mencontohkan retribusi daerah yang ditargetkan Rp184,36 miliar, namun realisasinya hanya Rp158,63 miliar atau 86,04 persen.

Hal serupa terjadi pada pajak daerah yang terealisasi Rp86,46 miliar dari target Rp93,60 miliar.

“Yang lebih mengetahui secara teknis penyebab tidak tercapainya target tentu OPD terkait. Misalnya retribusi pariwisata, itu menjadi kewenangan Dinas Pariwisata,” ujar Agus ditemui pada Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, Agus menegaskan realisasi PAD tahun 2025 tetap menunjukkan peningkatan jika dibandingkan 2024.

Pada tahun itu, PAD Bangli tercatat sebesar Rp223,33 miliar. Sementara disinggung target yang dipasang pada 2026, Agus mengungkapkan bahwa mencapai Rp298 miliar.

“Target tahun ini, kami mempertimbangkan kondisi riil yang ada saat ini,” jelas mantan Kabag Tata Pemerintahan Setda Bangli tersebut. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#retribusi #bangli #pad