Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Manfaatkan Pasraman, Penyuluh Agama Hindu Gelar Bimbingan Rohani di Desa Adat Belega

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 25 Januari 2026 | 20:39 WIB
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu melaksanakan bimbingan rohani kepada anak-anak Pasraman Budi Pekerti Bali Prawerti Nawasena, Desa Belega.
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu melaksanakan bimbingan rohani kepada anak-anak Pasraman Budi Pekerti Bali Prawerti Nawasena, Desa Belega.

BALIEXPRESS.ID - Upaya menanamkan nilai spiritual dan etika keagamaan sejak dini terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Gianyar. Pada Minggu, (25/1) kegiatan bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan di Pasraman Budi Pekerti Bali Prawerti Nawasena, yang berlokasi di Desa Adat Belega, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh.

Kegiatan ini menyasar anak-anak pasraman sebagai generasi penerus umat Hindu. Suasana pembelajaran berlangsung khidmat namun tetap hangat, dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Mereka pun tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran yang diberikan.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ni Wayan Wintari, menyampaikan materi tentang tata cara melafalkan dan melantunkan Puja Tri Sandya yang baik dan benar. “Anak-anak dibimbing secara langsung agar mampu mengucapkan setiap bait doa dengan pelafalan yang tepat sesuai kaidah,” paparnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelantunan doa, kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan sikap dan etika saat melaksanakan Puja Tri Sandya. Anak-anak diajak memahami pentingnya sikap tubuh, ketenangan pikiran, serta kesucian hati sebagai bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan sembahyang.

Menurut Ni Wayan Wintari, pembelajaran Tri Sandya sejak usia dini sangat penting sebagai fondasi pembentukan karakter spiritual anak. “Melalui pembiasaan yang benar, anak-anak tidak hanya mampu melafalkan doa, tetapi juga memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan penyuluhan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap praktik keagamaan Hindu, sekaligus membentuk pribadi yang beretika, berdisiplin, dan berbudaya. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pasraman diharapkan menjadi ruang strategis dalam memperkuat sradha dan bhakti generasi muda Hindu di Kabupaten Gianyar.*

Editor : Putu Agus Adegrantika