BALIEXPRESS.ID - Sebuah jembatan di wilayah Banjar Pegending, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara jebol pada Sabtu, (14/2).
Jembatan ini amblas diperkirakan akibat adanya kerusakan konstruksi batu di bawahnya.
Kerusakan pun akan dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung.
Berdasarkan informasi di lapangan kerusakan jembatan ini menyebabkan ruas jalan tidak dapat dilalui.
Akibat jembatan jebol, arus lalu lintas pun dialihkan menuju jalan alternatif lainnya.
Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra mengatakan, sebelum jebolnya jembatan, sejatinya telah dilakukan identifikasi di lapangan sekitar tiga minggu sebelumnya.
Saat itu telah ditemukan adanya keretakan pada jembatan akibat konstruksi batu telah jatuh atau mengalami kerusakan.
“Pasangan batu pada jembatan yang dulu itu jebol. Pasangan batu jaman dulu. Nah itu yang menyebabkan terjadinya penggerusan daripada dinding jembatan,” ujar Teddy saat dihubungi Minggu (15/2).
Namun sebelum dilakukan perbaikan, jembatan tersebut pun jebol setelah terjadinya hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Selain itu di bawah jembatan juga ada pertemuan arus air, yang diperkirakan menggerus dasar jembatan.
Sebelum jebol, pihaknya pun mengaku, telah melakukan pemasangan rambu lalu lintas untuk menghindari jembatan tersebut.
Hal ini untuk menghindari kendaraan melintas hingga menyebabkan jembatan jebol dan menyebabkan korban.
“Mungkin karena tidak kuat, menahan, karena sayap-sayap jembatan. Namun itu akhirnya jebol. Kita sudah memasang rambu yang besar kok,” ungkapnya.
Terkait perbaikan jembatan, Teddy menyebutkan, telah dilakukan pemesanan box culvert dengan ukuran 3x2 meter.
Rencananya setelah barang yang dipesan datang, perbaikan jembatan akan langsung dilakukan.
Untuk waktu pengerjaan, dirinya menerangkan, tidak akan berlangsung lama yakni sekitar 2-3 minggu.
“Kami dari pemerintah maupun dari Bidang Bina Marga, mohon masyarakat bersabar karena kami berproses APBD juga baru ditetapkan di awal-awal bulan ini. Ada pergeseran anggaran dan sebagainya, kami harapkan dari pemerintah, mohon masyarakat bersabar. Kita lagi berproses,” paparnya.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, Bidang Bina Marga juga sedang melakukan identifikasi kerusakan jembatan lainnya.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan atau jembatan jebol yang membahayakan masyarakat.
“Jembatan-jembatan yang kondisinya hampir sama, kita akan rapatkan untuk pendataan dan identifikasi. Kami juga akan lakukan langkah-langkah perbaikan,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga