SINGARAJA, BALI EXPRESS – Upaya memutus rantai penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar terus diperkuat. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng menggandeng Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), Rabu (22/4).
Peluncuran yang berlangsung di SMP Negeri 3 Banjar tersebut dihadiri kepala SMP negeri dan swasta se-Buleleng, jajaran pengawas sekolah, serta undangan dari berbagai instansi terkait. Kegiatan ini sekaligus menandai komitmen bersama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua lembaga dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di sektor pendidikan.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang dalam membangun ketahanan generasi muda. Menurutnya, ancaman narkotika tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan harus masuk ke dalam sistem pendidikan secara menyeluruh.
“Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter. Melalui integrasi kurikulum ini, siswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terkait bahaya narkoba,” ujarnya.
Ia menjelaskan, materi pencegahan narkotika nantinya tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan disisipkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran siswa secara bertahap dan konsisten.
Sementara itu, Kepala BNNK Buleleng, Komang Yudha Murdianto, menyebutkan bahwa dunia pendidikan menjadi titik strategis dalam upaya pencegahan. Sekolah dinilai sebagai ruang efektif untuk menanamkan nilai-nilai anti narkoba sejak dini.
Melalui program ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba), pihaknya ingin menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas dari pengaruh narkotika.
“Dengan kurikulum yang terintegrasi, siswa diharapkan memiliki pemahaman yang utuh serta kemampuan untuk menolak penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Acara peluncuran berlangsung tertib dan penuh semangat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penyampaian sambutan dan pemaparan materi. Penandatanganan PKS menjadi penegasan komitmen bersama, sebelum akhirnya peluncuran IKAN ditandai dengan pemukulan gong.
Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Diskusi mengenai implementasi program di masing-masing sekolah juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Dengan diterapkannya IKAN, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng diharapkan mampu mengembangkan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang memuat program P4GN secara sistematis. Langkah ini diyakini dapat memperkuat benteng pertahanan pelajar terhadap ancaman narkotika. ***
Editor : Dian Suryantini