Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kawasan Pura Watu Klotok Segera Ditata, Pemkab Klungkung Anggarkan Rp18 Miliar dari Pinjaman

I Wayan Adi Prabawa • Rabu, 15 Juli 2026 | 07:30 WIB
Pemkab Klungkung menandatangi pinjaman dana dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero untuk penataan Pura Watu Klotok, Selasa (14/7/2026). (Ist)
Pemkab Klungkung menandatangi pinjaman dana dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero untuk penataan Pura Watu Klotok, Selasa (14/7/2026). (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Klungkung berkomitmen untuk melakukan pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

Terbaru, kawasan Pura Watu Klotok akan dilakukan penataan dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 18 miliar.

Dana tersebut berasal dari skema peminjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero yang yang telah ditandatangani oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, di Kantor Bupati Klungkung, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: SDN 1 Sukawana Hanya Dapat 6 Siswa Baru, Kekurangan Guru Pengaruhi Kepercayaan Orang Tua

Acara penandatanganan turut dihadiri Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom, Sekda Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, jajaran kepala OPD, Direksi BPD Bali, serta manajemen PT SMI.

Bupati Satria menjelaskan, pinjaman Rp18 miliar tersebut merupakan bagian dari total pembiayaan infrastruktur sebesar Rp 68,6 miliar yang disepakati bersama PT SMI.

Sebelumnya, Pemkab Klungkung telah menandatangani pinjaman tahap pertama senilai Rp50,6 miliar pada 6 Juli 2026.

Baca Juga: Pemerintah Perkuat Pencegahan PHK Lewat Satgas PHK, Magang, dan Vokasi

Menurutnya, dana tahap kedua sepenuhnya dialokasikan untuk menata Kawasan Pura Watuklotok agar lebih representatif sebagai kawasan suci sekaligus destinasi wisata spiritual.

"Penataan ini diharapkan mampu menciptakan kawasan yang lebih tertata, asri, dan nyaman bagi masyarakat yang datang bersembahyang. Di sisi lain, kawasan ini juga diharapkan semakin memperkuat daya tarik wisata spiritual dan budaya di Klungkung," ujarnya.

Baca Juga: Anjing Diduga Rabies Gigit Tiga Orang di Bangli, Salah Satunya Turis Tiongkok

Satria menegaskan, pengelolaan dana pinjaman akan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Seluruh penggunaan anggaran dipastikan mengikuti ketentuan administrasi serta diarahkan untuk menghasilkan aset daerah yang memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengganggu kondisi fiskal pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa menilai, Klungkung memiliki kinerja pembangunan yang positif sehingga layak mendapatkan dukungan pembiayaan.

Ia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Klungkung yang mencapai 5,67 persen menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah.

Selain itu, angka kemiskinan terus menurun hingga menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir, sementara tingkat pengangguran juga termasuk yang paling rendah di Bali.

Menurut Faaris, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pembangunan sektor pertanian dan pariwisata.

Ia menyebut sektor pariwisata Klungkung masih memiliki prospek besar, tercermin dari kunjungan lebih dari 1,1 juta wisatawan sepanjang tahun lalu dengan pertumbuhan sektor akomodasi dan transportasi yang melampaui 13 persen.

"Kami berharap pembiayaan ini mampu memperkuat pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata sehingga manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat," katanya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
Pura Watu Klotok klungkung