BALIEXPRESS.ID - Bade dengan tinggi 30 meter yang dibuat oleh Semeton Tangkas Kori Agung dan Arya Kuta Waringin Desa Antiga serta Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, pada Rabu (14/8) telah mengiringi prosesi Pitra Yadnya atau Ngaben Massal.
Di balik suksesnya bade yang dibuat untuk upacara pengabenan tersebut, ternyata menyimpan sejumlah kisah.
Nyoman Pageh, undagi dari bade tersebut menceritakan, kendala yang dialami dalam membuat Bade Mas ini paling utama adalah waktu.
Sekalipun dibuat secara gotong royong, melibatkan ratusan orang, namun ia menilai waktu pengerjaannya cukup singkat.
Pengerjaannya, tuturnya, berlangsung siang-malam hingga akhirnya bisa tuntas dalam waktu 55 hari.
"Kami kerjakan secara gotong royong. Tapel dari Bade Mas tumpang pitu (tujuh) ini dibuat di Denpasar oleh semeton kami," ujarnya.
Karya ini, diakuinya, bukan semata-mata ingin pamer atau apapun itu.
Namun ini murni rasa antusiasnya karena bhakti pasemetonan tersebut terhadap leluhurnya.
"Sebelumnya, pada tahun 2016 kami buat setinggi 16 meter tanpa tumpang," tandasnya.
Sebelum proses pengerjaan Bade Mas ini, dirinya mengaku mengalami sakit seakan tidak berhenti.
Namun, ketika mulai pengerjaan ini, karena saking semangatnya, akhirnya bisa tuntas dengan memuaskan.
"Hampir satu bulan saya bolak-balik sakit," pungkasnya.
Seperti diketahui, jumlah sawa yang akan diupacarai dalam Pitra Yadnya kali ini sebanyak 220. Karena prosesi ngaben seperti ini berlangsung selama delapan tahun sekali.
Masing-masing sawa urunan Rp 7 juta, sedangkan masing-masing KK juga turut serta. Hanya saja jumlahnya tidak sama.
Editor : Nyoman Suarna