BALI EXPRESS, BADUNG - Aroma mistis banyak beredar di kalangan masyarakat. Tak hanya warga Hindu, warga muslim pun mengaku mengetahui kejadian aneh di Pura Dalem Dukun Sakti yang terletak di sebelah utara Balai Banjar Tuban Griya, Badung.
Jro Mangku I Wayan Pugig atau yang lebih dikenal dengan Mangku Lingsir mengatakan, seorang warga muslim yang melintas di depan Pura Dalem Dukun mengaku
mendengar keramaian dan kebisingan dari dalam pura, ketika melintas di depan pura. "Namun, ketika dilihat ke dalam ternyata sama sekali tidak ada orang," ujar Mangku Lingsir kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (1/12/2016).
Selain itu, pada saat pujawali berlangsung sangat tidak diperkenankan menggunakan sandal atau alas kaki memasuki area pura. Sebab, setiap masyarakat yang ingin melakukan persembahyangan di pura ini harus napak pertiwi (menginjak tanah). Konsep pertiwi yang harus menatap akasa atau tanah harus menatap langsung langit, masih digunakan di pura ini. Hal ini menjadi penyebab di tengah penataran pura ini terdapat satu petak tanah yang ditanami rumput. "Intinya harus ada tanah yang bertemu langit, tidak boleh beton semua," imbuhnya
Keunikan lainnya , umat sama sekali tidak boleh menggunakan bunga Gumitir dalam segala jenis upacara. Tidak diketahui apa yang menjadi dasar tidak diperbolehkannya menggunakan bunga Gumitir. Sebab, siapa pun yang akan menghaturkan canang, dipastikan di dalamnya terdapat bunga Gumitir. Bila ada pamedek menggunakan bunga Gumitir, bunga tersebut akan diambil. “Pamangku lainnya akan menyisihkan bunga tersebut sebelum canang dihaturkan," pungkas Mangku Lingsir.
Editor : I Putu Suyatra