BALI EXPRESS, DENPASAR - Dewasa ini banyak rumor berkembang di masyarakat tentang dahsyatnya pengaruh Pis Bolong Rejuna (Arjuna). Bahkan, kini masyarakat berlomba mengumpulkan benda-benda beraura magis itu dengan ritual dan tirakat di tempat nyeleneh. Lantas, seberapa besar pengaruh dan tuah magis Pis Bolong tersebut bagi penggunanya?
Kepercayaan terhadap benda – benda yang mengandung magis di Bali sangat mengakar di kehidupan masyarakat. Budaya dan keyakinan animisme yang kental, membuat benda – benda yang memiliki daya magis sangat diminati. Seperti Pis Bolong Rejuna yang sempat hits di kalangan pemuda di Bali. Uang kepeng khas Cina yang dahulu digunakan sebagai alat transaksi tersebut, kini banyak diburu sebagai jimat atau penglaris untuk usaha maupun urusan cinta. Jika pernah mendengar istilah cinta ditolak dukun bertindak, mungkin istilah itu dapat menggambarkan fenomena Pis Bolong ini.
Kenyataan itu tak ditampik perajin asal Sukasada, Buleleng, Krisnayana, 35. Dia mengatakan, hampir 80 persen orderan yang diterimanya datang dari penekun spiritual. “Saya sebagai perajin membuka orderan kepada siapa pun, baik itu wisatawan maupun penekun spiritual. Kadang, Pis Bolong tersebut ada yang digunakan untuk oleh – oleh di artshop atau digunakan untuk prasarana banten. Tapi, ada juga yang menggunakan Pis Bolong tersebut sebagai jimat dan penglaris,” papar pria paro baya ini kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (18/2) lalu.
Krisnayana menambahkan, banyaknya fenomena penggunaan Pis Bolong sebagai jimat pemikat, bukanlah hal yang aneh lagi. Karena penggunaan uang gepeng sebagai jimat, telah berlangsung berabad – abad yang lalu.
“Saya dengar sih, memang sudah banyak yang mencoba khasiat Pis Bolong merajah wayang itu! Dan, banyak juga yang berhasil. Makanya tak heran jika kabar tersebut menyebar dari mulut ke mulut," ujarnya.
Walaupun begitu, lanjutnya, tak semua Pis Bolong bergambar Arjuna memiliki kekuatan magis.
Tak heran, bagi penekun spiritual bisa kecewa bila lagi apes, karena bisa mendapatkan Pis Bolong palsu.
Putra pertama dari perajin batu itu juga mengungkapkan, Pis Bolong marajah pewayangan, memiliki banyak jenis sesuai dengan gambar yang ada di permukaan uang. Selain itu, khasiat Pis Bolong juga sesuai karakter pawayangannya. Ia juga mengungkapkan beberapa contoh Pis Bolong yang memiliki kekuatan magis, di antaranya Pis Bolong Tualen, Rejuna, Kresna, Bima, Panca Pandawa, dan Sangut.
Pis Bolong Tualen merupakan Pis Bolong yang bergambar pewayangan orang tua. "Pis Bolong Tualen kabarnya memiliki khasiat kebijaksanaan, wibawa, dan ketenangan bagi penggunanya," urainya. Selain Pis Bolong Tualen, ia juga menyebutkan Pis Bolong Kresna. Pis Bolong Kresna umumnya sangat cocok digunakan oleh seseorang yang berprofesi sebagai pemimpin. Sesuai karakter pewayangan Krisna, Pis Bolong ini mitosnya dapat menuntun penggunanya lebih jujur dan adil.
Bagaimana dengan Pis Bolong Bima? Nah, Pis Bolong ini digunakan bagi mereka yang ingin memiliki kekuatan fisik seperti halnya Bima. Pis Bolong jenis ini sangat baik digunakan bagi mereka yang berprofesi sebagai pecalang, satpam atau tenaga keamanan lainnya. “Kalau Pis Bolong Bima itu, biasanya banyak dicari oleh pecalang atau satpam yang bekerja di hotel – hotel di kuta. Katanya sih, keberanian mereka jadi semakin bertambah jika menggunakan Pis Bolong Bima sebagai jimat. Saya kurang paham juga, apakah hal itu memang benar dapat menambah keberanian si pemakai, atau hanya sugesti,” ujar Krisnaya dengan nada tanya.
Krisnaya menambahkan, selain pis bolong yang ia ceritakan, saat ini banyak jadi incaran adalah Pis Bolong Rejuna. Uang kepeng bergambar tokoh pewayangan Arjuna ini sangat diminati para pemuda, khususnya di Bali. “Katanya Pis Bolong Rejuna memiliki daya magis yang kuat sebagai pemikat. Uang ini umumnya digunakan pemuda untuk memikat gadis pujaannya secara gaib. Kadang ada yang suka nyeletuk kalau laki – lakinya jelek lalu pacarnya cantik, orang – orang suka bilang pasti si laki – lakinya menggunakan pelet atau jimat Pis Rejuna. Padahal kan belum tentu, bisa saja tipe laki – laki si wanita memang seperti itu,”pungkasnya. (diah tritintya)