Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cara Mengatur Energi Kehidupan Berdasarkan Ajaran Kanda Pat

I Komang Gede Doktrinaya • Minggu, 8 November 2020 | 15:52 WIB
Cara Mengatur Energi Kehidupan Berdasarkan Ajaran Kanda Pat
Cara Mengatur Energi Kehidupan Berdasarkan Ajaran Kanda Pat

TABANAN, BALI EXPRESS-Pranayama artinya mengatur pernapasan atau mengatur energi kehidupan. Pranayama berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni 'prana' yang berarti energi kehidupan, dan yama yang berarti mengatur. 


Pranayama merupakan bagian penting dalam latihan yoga. Dalam latihan Pranayama, kita akan diajarkan menarik napas, menahan napas, mengeluarkan napas dengan teknik tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.


Ketua Cabang Kanda Pat di Pasraman Seruling Dewata, Dr. Ngurah Bagus, S.Si., M.Si, mengatakan, dalam ajaran Kanda Pat, yaitu Kanda Pat Subiksa, terdapat bermacam-macam teknik Pranayama. Kata Subiksa berasal dari akar kata 'Su' yang berarti baik, dan Biksa yang berarti napas. 


“Jadi, Kanda Pat Subiksa mengajarkan bagaimana cara bernapas yang baik. Kanda Pat Subiksa merupakan panugrahan dari Dewi Durga yang diterima Ki Manot setelah bertapa tidak makan dan minum selama 108 hari di ulun setra,” ungkapnya.


Dalam Kanda Pat Subiksa, terdapat empat siklus bernapas, yaitu Anggapati ring pasuk ing bayu, yaitu menarik napas. Kemudian Merajapati ring metu ning bayu, yaitu mengeluarkan napas. Lalu Banaspati meneng ing bayu ri dalem angga sarira, yaitu menahan napas di dalam tubuh. Terakhir Banaspati Raja meneng ing bayu ring jaba angga sarira, yaitu menahan napas setelah napas dikeluarkan dari tubuh.


Disebutkan pula, dalam Kanda Pat Subiksa terdapat berbagai bentuk meditasi. “Di Pasraman Seruling Dewata, terkait Kanda Pat Subiksa, diajarkan tiga jenis meditasi, yaitu Meditasi Prana Jati, Meditasi Sapta Weci, dan Meditasi Tedung Jati,” sebutnya akhir pekan kemarin.


Lebih lanjut dijelaskan, meditasi Prana Jati digunakan untuk memupuk, menumbuhkan, dan meningkatkan kekuatan batin agar seseorang menjadi panjang umur dengan cara mengatur pernapasan, yaitu menarik dan mengeluarkan napas dari hidung tanpa menahan napas. 


“Adapun tata caranya adalah sebagai berikut, yaitu ketika menarik napas, di dalam hati ucapkan Am, dan ketika mengeluarkan napas, di dalam hati ucapkan Ah,” ujarnya. 


Kemudian meditasi Sapta Weci digunakan untuk memupuk, menumbuhkan, dan meningkatkan kekuatan batin, agar seseorang menjadi sehat dan dijauhkan dari segala macam penyakit, serta membuat seseorang menjadi berwibawa laksana dewa. Sehingga Dewa Yama berkenan membebaskan para leluhur orang tersebut dari alam neraka. 


Adapun tata caranya adalah dengan menutup lubang hidung kanan dari pagi sampai sore, sehingga bernapas hanya menggunakan lubang hidung kiri. Selanjutnya, dari sore hingga pagi hari, lubang hidung kiri ditutup, sehingga bernapas hanya menggunakan lubang hidung kanan.


Selanjutnya meditasi Tedung Jati digunakan untuk memupuk, menumbuhkan, dan meningkatkan kekuatan batin agar berbagai serangan, baik itu kadigjayaan, kesakten, kateguhan, dan kanuragan yang mengenai tubuh, terasa bagaikan hembusan angin yang memberi rasa tentram. 


Adapun tatacaranya adalah dengan menarik napas dari mulut, tepatnya dari sela gigi secara halus dan perlahan, lalu napas ditahan di kerongkongan. Selanjutnya biarkan napas mengalir dari hidung secara teratur. “Sedangkan napas yang ditahan di tenggorokan, disebarkan ke seluruh tubuh,” imbuhnya.


Dan, bagi mereka yang sudah mempelajari Pranayama berdasarkan ajaran yoga, ataupun bagi umat Hindu yang ingin memahami Pranayama berdasarkan ajaran kebatinan Kanda Pat bisa mempelajari Kanda Pat Subiksa dengan mengikuti pelatihan Kanda Pat di Pura Luhur Catur Kanda Pat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga, Desa Adat Peguyangan, Denpasar. Atau bisa langsung datang ke Pasraman Seruling Dewata di Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan.

Editor : I Komang Gede Doktrinaya