Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Teohipnoterapi, Penyembuhan Melalui Sugesti Keagungan Tuhan

I Komang Gede Doktrinaya • Selasa, 8 Juni 2021 | 11:43 WIB
Teohipnoterapi, Penyembuhan Melalui Sugesti Keagungan Tuhan
Teohipnoterapi, Penyembuhan Melalui Sugesti Keagungan Tuhan

DENPASAR, BALI EXPRESS-Dewasa ini dunia sedang dilanda epidemi stres. Hal ini dapat memicu depresi, kekhawatiran, gangguan makan, obesitas, ketakutan, penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain. 


Makin lama semakin banyak anggota masyarakat yang mengalami stres dan hal itu terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia pada umumnya, dan Bali pada khususnya.


Hubungan sosial masyarakat Bali yang kekerabatan bergeser menjadi semakin egois dan komunikasi menjadi semakin terbatas. Budaya seperti ngorta atau ngobrol, yang menurut tradisi Bali adalah obat jiwa sudah semakin jarang dilakukan. 


Sinyalemen tersebut membuka kemungkinan akan terus melonjaknya jumlah penderita depresi di Bali. Permasalahan yang memicu depresi tersebut, banyak disembuhkan dengan metode hipnosis atau dikenal dengan istilah hipnoterapi. 


Seperti disampaikan Ketut Gede Suatmayasa alias Guru Mangku Hipno dalam disertasinya berjudul 'Penyembuhan Depresi Melalui Teohipnoterapi dalam Perspektif Sosio-Religius (Studi di Brahma Kunta Center Denpasar). 


Dijelaskan pria yang akrab disapa Guru Mangku Hipno ini, Teohipnoterapi adalah suatu bentuk cara penyembuhan atau terapi kesehatan melalui pikiran. 


"Caranya dengan menghipnosis atau memberi sugesti tentang keagungan dan kemahamurahan Tuhan, sehingga kepercayaan dan keyakinan pasien diharapkan pulih.


Dengan demikian terbebas dari penyakit-penyakit yang bersumber dari ketidakharmonisan pikiran,” ungkap Guru Mangku Hipno yang berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Agama melalui disertasi yang dipaparkan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Pascasarjana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar pada Senin (24/5) lalu, 


Berdasarkan penelitian, lanjut Guru Mangku Hipno, terdapat tiga faktor utama penyebab depresi yang dapat disembuhkan dengan Teohipnoterapi di Brahma Kunta Center. 


Pertama, adalah penyakit psikosomatis. Berdasarkan asumsi teori religi, penyakit psikosomatis tergolong sebagai reaksi yang muncul atas kegagalan memenuhi keinginan untuk ditanggapi dan keinginan untuk mendapatkan penghargaan. 


“Penyakit psikosomatis salah satunya tertuang disharmoni pikiran secara berlarut. Kekalutan pikiran yang terjadi secara lama, kemudian dapat menimbulkan tekanan batin dan berakhir pada depresi,” terang pria kelahiran tahun 1967 ini.


Penyakit psikosomatis, kata dia, semakin berpotensi menjadi depresi ketika terjadi kontak antara disharmoni pikiran dengan lingkungan sekitar. “Berdasarkan pandangan Hindu, maka penyakit psikosomatis sebagai penyebab depresi juga ditunjukkan dengan dominasi unsur leteh (kotor) dalam pikiran. 


Psiksomatis dapat dikatakan sebagai wujud kegelapan pikiran yang melahirkan leteh secara rohani. "Penyakit psikosomatis juga makin menguat dengan kurangnya kemampuan berpikir kreatif sebagai akibat dari hilangnya fokus pikiran,” jelasnya.


Kedua, adalah Efek Nacebo. Berdasarkan analisis teori religi, efek Nacebo adalah wujud dari tidak terpenuhinya keinginan mendapatkan keselamatan dan pengetahuan baru. 


“Efek Nacebo terjadi karena habitus atau kebiasaan persepsi negatif dari seseorang. Orang dengan persepsi negatif, memandang semua hal, termasuk hal positif sebagai suatu yang negatif. Hal ini menyebabkan semua aspek berubah menjadi energi negatif dan memunculkan sakit pada diri sendiri,” papar suami Anak Agung Sagung Inten tersebut.


Efek Nacebo, kata dia, juga disebabkan kegagalan pengobatan medis. Pengobatan medis yang sering dilakukan namun selalu gagal, secara otomatis memunculkan ketidakpercayaan dan persepsi negatif pada seseorang, sehingga berujung pada efek Nacebo. 


“Pusing dan sulit berkonsentrasi, juga memberikan potensi munculnya efek Nacebo. Pikiran pusing dan kacau notabene memunculkan pandangan negatif terhadap semua hal, sehingga mengahantarkan seseorang pada depresi,” jelasnya.


Ketiga, yakni disharmoni Mind, Body and Soul atau ketidakharmonisan pikiran, tubuh, dan jiwa. Mengacu pada teori religi, lanjutnya, disharmoni mind, body, and soul adalah wujud kegagalan dalam memenuhi empat keinginan manusia, yakni keinginan mendapatkan keselamatan, keinginan mendapatkan penghargaan, keinginan untuk di tanggapi, dan keinginan terhadap pengetahuan baru. “Bila empat hal ini tidak terpenuhi maksimal, maka akan memberikan guncangan pada pikiran, tubuh, dan jiwa manusia,” kata Guru Mangku Hipno. 



Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#balinese #tradisi