Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasar Majelangu Desa Adat Kuta Digelar saat Ngembak Geni

Nyoman Suarna • Sabtu, 28 Agustus 2021 | 23:49 WIB
Pasar Majelangu Desa Adat Kuta Digelar saat Ngembak Geni
Pasar Majelangu Desa Adat Kuta Digelar saat Ngembak Geni


KUTA, BALI EXPRESS - Desa Adat Kuta, Badung yang terletak di jantung pariwisata Kabupten Badung memiliki sebuah kebiasaan yang dilaksanakan di saat Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Raya Nyepi. Yaitu melaksanakan Pasar Majelangu.



Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan, pembukaan Pasar Majelangu ini sebagai ajang pelestarian adat, seni dan budaya, sekaligus memberikan ruang untuk meningkatkan perekonomian. Dalam acara Pasar Majelangu selain banyak dagangan yang disuguhkan, beberapa pentas seni juga digelar. “Dalam Pasar Majelangu, kami juga membuat panggung seni, yang ditampilkan ada baleganjur mebarungan. Sedangkan puncak acara adalah lomba Jegeg Bungan Desa, dan pengumuman hasil lomba pawai ogoh-ogoh, sekaligus penyerahan hadiah,” ujar Wasista.



Menurutnya, kegiatan ini awalnya ditujukan untuk memberikan ruang pelaku usaha UMKM. Setelah berkembangnya pariwisata, Pasar Majelangu digabungkan dengan pertunjukan seni. Dalam perlombaan yang digelar dengan peserta dari 13 sekaa teruna di Desa Adat Kuta. “Tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya pelestarian seni dan budaya Bali, warisan leluhur yang adi luhung. Menumbuhkembangkan sportifitas dan solidaritas, kesatuan dan persatuan di kalangan masyarakat Kuta, khususnya di kalangan pemuda di Kuta. Meningkatkan pembinaan aktivitas dan kreativitas seni budaya Bali, di kalangan generasi muda Kuta,” terangnya.



Selain itu, Pasar Majelangu ini juga sebagai media promosi pariwisata. Mengingat Kuta adalah daerah destinasi pariwisata dunia, sehingga kegiatan ini sekaligus ajang promosi pariwisata budaya tahunan Desa Adat Kuta.



Wasista menambahkan, Pasar Majelangu ini diadakan di Jaba Pura Segara yang terletak di bibir pantai. Beberapa stand makanan, kerajinan dan yang lainnya ikut menghiasi acara tersebut. “Pasar tersebut sama seperti pasar pada umumnya yang mengakomodir para pedagang di Kuta. Dagangan berjejer ada kerajinan, ada kuliner, ada sovenir dan yang lainnya,” paparnya.



Namun karena pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun ini, maka penyelenggaraan Pasar Majelangu sempat ditiadakan. Hal ini dilakukan agar tidak menjadi penyebab meningkatnya kasus positif Covid-19. (esa)



 



Editor : Nyoman Suarna
#balinese #dresta