Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Maha Semaya Warga Pande Gelar Pesamuhan Agung dan Paruman Sulinggih

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 25 April 2022 | 15:28 WIB
NEKA : Gubernur Bali melihat koleksi keris di Museum Neka di sela-sela membuka Pesamuhan Agung Warga Pande, Minggu (24/4) kemarin.Ist
NEKA : Gubernur Bali melihat koleksi keris di Museum Neka di sela-sela membuka Pesamuhan Agung Warga Pande, Minggu (24/4) kemarin.Ist
GIANYAR, BALI EXPRESS - Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri dan membuka secara resmi Pesamuhan Agung VI dan Paruman Sulinggih dan Sri Empu ke- IV Se-Provinsi Bali. Bertempat di Neka Art Museum, Sanggingan, Ubud,  Gianyar, yang diselenggarakan Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Provinsi Bali, Minggu (24/4).

Wayan Koster, menjelaskan dirinya ingin belajar dengan Sutedja Neka tentang per-museum-an di Bali. “Saya mengucapkan terima kasih sudah diundang dalam acara yang sangat penting ini. Saya yakin, acara pesamuan ini akan menghasilkan hasil yang terbaik,” jelasnya.

Disebutkannya, pasemetonan apa lagi sangat mengagungkan kawitan atau warisan pendahulu. Bukan seperti organisasi biasa, maka kuat kesakralan dan spiritualitasnya. Tidak hanya sekala tapi juga niskala.

“Untuk itu dalam menjalankan organisasi yang utama adalah niat tulus lurus dan dasarnya kemuliaan. Sehingga apa yang dijalani betul-betul memberi manfaat dan memajukan warga di pasemetonan, memperkuat soliditas, berkontribusi, bersinergi dengan pasemetonan yang lain di Bali,” tegas gubernur asal Buleleng ini.

Selain itu, lanjutnya, tujuannya agar selalu ingat dan eling kepada Ida Bhatara. Bahkan itu yang nomor satu menurutnya.  “Pesan yang saya ingat, de pesan engsap ajak Bhatara Kawitan (jangan lupa dengan leluhur). Saya tahu bahwa semua organisasi pasemetonan punya bhisama seperti itu, sangat dalam dan mulia isinya. Untuk itu kita sebagai keturunannya harus wajib melaksanakan dengan tulus dan lurus,” imbuhnya lagi.

Sementara Penanggung Jawab MSWP Provinsi Bali, Jro Mangku Pande Sutedja Neka, menyampaikan pentingnya Maha Semaya ini adalah untuk memadukan aspirasi di tingkat pasemetonan yang paling bawah. Mulai dari  dadia, panti, pengurus kecamatan dan kabupaten, kota. Sehingga aspirasi yang ada di masing - masing tingkatan bisa terakomodir.

Maha Semaya Warga Pande sudah diterima dengan baik di masyarakat. Dilihat dari kiprah dan kontribusinya di masyarakat. Sudah secara teratur melaksanakan pesamuhan agung sebagai pengambil keputusan tertinggi, untuk menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. “Pesamuhan untuk memilih ketua dan pengurus, yang dipilih dan disahkan oleh pesamuan agung,” tegasnya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #maha semaya warga pande #Paruman Sulinggih #balinese #hindu #budaya #tradisi #Pesamuhan Agung #adat istiadat