Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Makulkulan di Sidayu Tojan Tanda Perempuan Dipersunting

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 28 Juli 2022 | 15:51 WIB
KULKUL : Bale Kulkul Desa Adat Sidayu Tojan. Agus Eka/Bali Express
KULKUL : Bale Kulkul Desa Adat Sidayu Tojan. Agus Eka/Bali Express
KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Desa Adat Sidayu Tojan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, punya cara khusus dalam menginformasikan bahwa ada salah satu perempuan telah dipersunting atau menikah. Warga Sidayu Tojan menyebutnya Makulkulan atau memukul kulkul  (kentongan).

Tradisi yang telah membumi sejak lampau di desa setempat, sudah dipatenkan dalam awig-awig. Dalam aturan adat itu dipaparkan mengenai cara memukul kulkul secara spesifik, fungsi, dan tujuannya. Salah satunya untuk tradisi Makulkulan ini.

Menurut Bendesa Adat Sidayu Tojan Komang Sudira, jika ada warga perempuan akan dipersunting dan bersiap ke rumah calon suami, baik dari satu desa maupun luar desa, prajuru adat akan menginformasikan hal itu kepada warga lainnya.

Lewat Makulkulan ini, warga datang ke balai adat/banjar untuk mendengar pengumuman bahwa ada warga yang dipersunting. “Tradisi ini khusus jika ada warga perempuan yang akan diambil atau dipersunting mempelai laki-laki,” ungkap Sudira, Selasa (26/7).

Ia menuturkan, pihak keluarga yang akan menggelar upacara perkawinan harus melapor dulu ke prajuru desa adat, maksimal tiga bulan atau paling lambat sebulan sebelum acara. Sehingga pihak adat dan pejabat desa dinas siap menjadi saksi dalam acara serah terima pengantin.

Setelah mendapat dewasa ayu atau hari baik, tiba saatnya dalam prosesi serah terima pengantin. Umumnya di Sidayu Tojan, keluarga diberikan kebebasan untuk gelar acara itu, baik pagi hingga siang. Pihak desa adat baru mengumumkan acara tersebut kepada warga di hari itu, pada sore atau malam hari.

“Paling lambat diumumkan jam 7 malam. Ini sudah ada di awig-awig. Kalau misalnya pagi atau siang, banyak warga tidak bisa hadir karena bekerja. Karena itu, Makulkulan-nya malam. Warga sudah di rumah,” terang Sudira.

Prajuru desa datang ke balai banjar untuk bersiap Makulkulan. Prosesi diawali dengan menghaturkan banten pajati di bale kulkul desa. Memukul kentongan pun ada aturannya sesuai fungsi dan tujuannya.

Makulkulan dilihat dari jumlah pukulan dan iramanya. Khusus untuk Makulkulan, kulkul dipukul oleh prajuru adat dengan irama cenderung cepat. Diawali kode pukulan kulkul satu kali yang agak keras, disusul pukulan yang cepat sebanyak tiga kali berturut-turut.

Setelah selesai, tiap kepala keluarga akan datang ke balai banjar untuk mendengar arahan bendesa atau prajuru adat lainnya. Perempuan dari Sidayu Tojan telah resmi menikah dan menjadi anggota keluarga lain. Baik di satu desa maupun ke luar desa.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#bali #Tanda Perempuan Dipersunting #balinese #adat #hindu #pura #budaya #tradisi #Makulkulan di Sidayu Tojan