BALI EXPRESS - Bagi umat Hindu di Bali, membangun suatu sarana maupun sarana untuk tempat tinggal maupun tempat suci pasti memperhitungkan hari baik. Hal itu pun tertuang dalam buku Indik Wewangunan yang ditulis oleh Drs. I Ketut Pasek Swastika, dimana belaiu adalah Wakil Ketua PHDI Provinsi Bali.
Hari baik untuk membangun adalah sebagai berikut :
- Guntur Umah
- Kala Empas Munggah
- Kala Graha
- Sampi Gumarang Turun
- Subhacara
- Kala Empas
- Kala Isian
- Amretha Massa
- Ayu Badra
- Amretha Dewa
- Ratu Ngemban Putra
- Dewasa Anglayang
- Dewasa Mentas
- Kamajaya
- Dawuh Ayu
- Amrethayoga
- Manikdherman
- Budha Kliwon, Kajeng Luhunan, Budha Nuju Landep/Toku (baik untuk nguwug umah)
Baca Juga: Dirikan Sanggah Kemulan Nganten, Upacara Dipimpin Balian Desa
Sementara hari baik menurut Saptawara terdiri dari :
- Redite untuk memperbaiki, rehab dan memindahkan.
- Soma untuk membangun dapur.
- Anggara membikin lesung.
- Budha membikin kandang.
- Wraspati untuk membikin Pendopo.
- Sukra untuk membangun Kahyangan.
Membangun menurut sasih :
- Kasa untuk membangun Bale Tengah
- Kara untuk membangun dapur.
- Katiga untuk membangun pondok atau kubu di abian.
- Kapat untuk membangun segala bale atau tempat tinggal.
- Kalima untuk membangun bale nujur.
- Kanem untuk membangun bale jineng atau klumpu.
- Kapitu untuk membangun kubu di sawah.
- Kawulu untuk membangun tempat menumbuk padi.
- Kesanga untuk membangun pemedalan, kori, atau pintu halaman.
- Kedasa untuk membangun Kahyangan.
- Dyestha untuk membangun kandang.
- Sadha untuk membangun tempat lesung.
Editor : I Putu Suyatra