BALI EXPRESS - Saniscara Wage Tambir, dalam tradisi kalender Bali, memiliki berbagai aturan dan larangan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari. Mengetahui dan mengikuti ala ayuning dewasa yang ditulis dalam kalender Bali sangat penting, karena dapat memengaruhi hasil dari berbagai kegiatan yang dilakukan.
Menurut m.kalenderbali.org, berikut adalah ala ayuning dewasa pada hari Saniscara Wage Tambir:
- Babi Munggah: Tidak dianjurkan untuk melakukan bercocok tanam pada hari ini.
- Banyu Urug: Sebaiknya digunakan untuk membuat bendungan, namun tidak cocok untuk membuat sumur.
- Gagak Anungsang Pati: Tidak disarankan untuk melakukan upacara membakar mayat atau aktivitas atiwa-tiwa.
- Kala Bangkung, Kala Nanggung: Tidak baik untuk memulai aktivitas pemeliharaan ternak.
- Kala Katemu: Cocok untuk menangkap ikan, berburu, memasang jerat, mengadakan pertemuan, atau mapikat.
- Salah Wadi: Tidak dianjurkan untuk melakukan Manusa Yadnya (seperti wiwaha, mepandes, potong rambut, dll.) atau Pitra Yadnya (seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dll.).
Namun, cocok untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, atau membentuk perkumpulan.
- Semut Sedulur: Baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, atau membentuk perkumpulan. Tidak dianjurkan untuk mengubur atau membakar mayat.
Mengetahui prinsip ala ayuning dewasa pada Saniscara Wage Tambir dapat membantu masyarakat Bali merencanakan kegiatan mereka dengan lebih bijak dan sesuai dengan tradisi lokal.
Editor : Nyoman Suarna