BALI EXPRESS– Dalam ajaran Agama Hindu, umatnya dapat menemukan bahwa setiap orang harusnya pandai bergaul. Khususnya dengan perkumpulan yang membawa diri seseorang kearah positif.
Ternyata hal itu pun masuk ke dalam Catur Paramita yang merupakan ajaran agama Hindu, dan sangat gampang diimplementasi oleh seseorang.
Penyuluh Agama Hindu di Bali I Putu Agus Adegrantika menerangkan bahwa Catur Paramita terdiri dari empat bagian.
Catur Paramita ini merupakan salah satu dari landasan atau pedoman untuk melaksanakan ajaran susila atau etika dalam ajaran agama Hindu.
“Bagian Catur Paramita itu terdiri dari Maitri, di mana artinya senang mencari kawan maupun bergaul. Termasuk tahu menempatkan diri dalam masyarakat, ramah, dan menarik hati. Sehingga segala perilaku seseorang dapat menyenangkan orang lain serta dirinya sendiri,” paparnya.
Bagian kedua dari Catur Paramita adalah Karuna. Kurni memiliki arti belas kasihan.
Maksud dari hal tersebut adalah seseorang selalu menumpuk rasa kasih sayang terhadap semua makhluk.
Ketiga adalah Mudita, yaitu selalu memperlihatkan wajah yang riang gembira dan sopan santun.
“Sedangkan yang keempat Upeksa, berarti senantiasa mengalah demi kebaikan, walaupun disinggung perasaannya oleh orang lain. Dalam artian seseorang memiliki rasa suka memaafkan,” imbuh Ade.
Supaya dapat berbuat Maitri, maka umat Hindur, saran Ade tidak melakukan perbuatan yang membahayakan dan membenci.
Begitu juga dengan Karuna, maka pantang melakukan perbuatan yang menyebabkan terjadinya penderitaan, tersiksa, dan kesengsaraan.
Sementara agar dapat berbuat Mudita, jangan melakukan perbuatan yang dapat menyebabkan orang lain susah.
Selain itu jangan memiliki rasa dengki dan iri hati terhadap orang lain.
Sedangkan untuk menjalankan Upeksa, pantang menghina orang lain, dan memandang rendah orang lain. (*)
Editor : I Made Mertawan