Seseorang yang mengalami insomnia disebabkan oleh ketidakmampuan mengendalikan fluktuasi pikiran yang cendrung liar dan senang ada di luar diri. Dalam Wrhaspati Tattwa disebut dengan adhyatmika dhuka.
Dosen STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Gede Agus Jaya Negara menambahkan, untuk mengatasi keadaan hal tersebut Wrhaspati Tattwa juga mengajarkan agar seseorang sabar dan tekun mengendalikan pikiran dan indrya yang lain dengan jalan yoga (indrya yoga marga).
Ada lima tahapan yang dapat dilakukan pengobatan insomnia dengan terapi yoga.
Sebelum latihan dilakukan, diawali dengan doa, yaitu melantunkan Gayatri Mantram sebanyak tiga kali dan melantunkan pranawa Om sebanyak tiga kali.
Kemudian melakukan peregangan; surya namaskara; relaksasi; doa penutup
Pada dasarnya adalah mulat sarira, introspeksi diri. Oleh sebab itu pikiran harus diarahkan ke dalam, dalam renungan yang mendalam.
“Agar pikiran bisa masuk dalam renungan yang mendalam, terlebih dahulu tiga lapisan badan yang membungkus badan yaitu tri sarira (stula sarira, suksma sarira dan entah karana) harus dibersihkan dengan melantunkan gayatri mantram sebanyak tiga kali. Setelah itu baru dilanjutkan dengan melantunkan pranawa Om sebanyak lima kali,” sebut pria asal Denpasar ini.
Peregangan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah menarik otot-otot tubuh dan juga mengerakkan semua persendian tubuh sebagai persiapan untuk melakukan yoga asana berikutnya.
Baca Juga: Alami Insomnia, Ini Terapi Insomnia lewat Yoga, Pikiran Nirodha jadi Tujuan
Hal ini dilakukan untuk menghindari jangan sampai terjadi cedera atau keseleo ketika melakukan gerakan Surya Namaskara dan gerakan atau asana yang lebih berat (yang lebih mengutamakan kelenturan tubuh).
“Surya Namaskara adalah suatu sistem latihan yang tidak terpisahkan dari yoga asana. Surya Namaskara terdiri dari dua kata, yaitu Surya dan Namaskara. Surya yang berarti matahari dan Namaskara berarti penghormatan,” imbuhnya.
Surya Namaskara terdiri dari dua belas gerakan dinamis dan tersusun atas tiga unsur yaitu bentuk, energi dan irama. Surya Namaskara menjadi cara yang baik untuk mengendorkan seluruh persendian dan otot dalam tubuh dan juga memijat seluruh organ bagian dalam tubuh.
Selanjutnya adalah Relaksasi dengan mengambil sikap savasana merupakan asana bagian akhir dari latihan yoga asana.
Relaksasi dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada semua organ tubuh peyoga, dari ujung kaki sampai ke kepala, termasuk organ dalam lainnya seperti jantung, paru-paru, hati, pankreas, saluran pencernaan, ginjal untuk relaks.
Pada saat melakukan savasana semua kerja organ tubuh peyoga disugesti dengan kata-kata yang penuh daya Ketuhanan atau rasa cinta kasih, kedamaian dan kebahagiaan.
Baca Juga: Ratusan Peserta Contest Ramaikan Bali Utara Modfest, Genre Meet Up Pacu Modifikator Muda Berkreasi
Dengan sugesti seperti itu, tubuh diharapkan menjadi dipenuhi aliran energi cinta kasih, kedamaian dan kebahagiaan.
Mengakhiri relaksasi, peyoga diarahkan untuk membuka mata pelan-pelan, tarik nafas halus dari hidung, kemudian tahan sebentar hitungan dua sampai tiga detik, dan hembuskan juga dari hidung.
Setelah itu jari-jari tangan dan kaki mulai digerakkan, dan baringkan badan ke kiri dan ke kanan, kemudian bangun dengan mengambil sikap padmasana atau arda padmasana.
Dengan berakhirnya relaksasi ini semua kotoran pikiran peyoga (benci, iri hati, sombong, marah dan rasa khawatir) yang menyebabkan pikiran menjadi berat dan bingung terhanguskan oleh api asana.
“Untuk itu pikiran akan menjadi tenang dan damai, tidurpun akan menjdi lelap dan berkualitas,” tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika