Ada Palinggih Muslim dan Buddha di Tempat Suci Hindu Bali Ini: Bukan Sekadar Bertemunya Tiga Keyakinan, Tapi Juga Pengabul Harapan!
I Putu Suyatra• Sabtu, 17 Mei 2025 | 00:54 WIB
Pura Sekar di Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali
BALIEXPRESS.ID – Pura Sekar di Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, kembali membuka tabir keunikannya! Selain menjadi simbol harmoni tiga kepercayaan (Hindu Bali, Islam, Buddha) yang telah dikenal luas, tempat suci Hindu Bali, ini ternyata menyimpan "kekuatan magis" yang membuat banyak pemedek (umat Hindu yang bersembahyang) berbondong-bondong datang untuk memohon berbagai macam keinginan!
Tak heran, usai permohonan terkabul, ritual naur sesangi (membayar kaul) menjadi pemandangan yang lumrah di pura yang menyimpan segudang misteri ini.
Penyarikan Pura Sekar, Nyoman Kerta, mengungkapkan bahwa para pemedek yang tangkil (datang bersembahyang) memiliki beragam hajat.
Mulai dari kelancaran usaha, kesembuhan dari penyakit, mendapatkan benda bertuah, kemudahan dalam pendidikan, hingga meraih jabatan yang diidamkan.
"Ada empat palinggih yang memiliki keistimewaan tersendiri di pura ini," beber Kerta, seolah membocorkan "rahasia" Pura Sekar.
Empat Palinggih dengan "Spesialisasi" Permohonan:
Rupanya, setiap palinggih di Pura Sekar dipercaya memiliki "spesialisasi" dalam mengabulkan permohonan tertentu:
Palinggih Muslim: Dipercaya sebagai stana Ratu Gede Serabad, seorang ahli sastra. Pemedek fokus memohon kelancaran dalam bidang pendidikan di palinggih ini.
Palinggih Hindu: Dipercaya sebagai stana Ratu Ayu Jong Galuh, yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Palinggih ini menjadi tujuan utama untuk memohon keberhasilan di bidang pertanian.
Palinggih Buddha: Dipercaya sebagai stana Ratu Bagus Mas Subandar. Pemedek datang ke sini untuk memohon kelancaran dalam urusan usaha dan bisnis.
Palinggih Ratu Bagus Mas Petingan: Dipercaya sebagai "dokter niskala" atau ahli pengobatan spiritual di pura ini. Pemedek memohon kesehatan dan kesembuhan di palinggih ini.
Uniknya, bagi mereka yang mengincar jabatan, baik di pemerintahan maupun politik, biasanya akan memanjatkan permohonan di keempat palinggih tersebut sekaligus!
"Seperti itulah perinciannya yang diyakini di sini. Banyak yang istilah Balinya naur sesangi jika permintaan mereka sudah terwujud," jelas Kerta kepada awak media.
Misteri Ratu Ayu Jong Galuh dan Janur "Maut":
Lebih lanjut, Kerta membeberkan misteri yang menyelimuti Ratu Ayu Jong Galuh, yang dipercaya berparas cantik dengan rambut panjang yang selalu dipegang oleh pengawalnya agar tidak terjatuh.
Diyakini pula bahwa Ida adalah sosok wanita yang belum pernah menikah.
Warga sekitar memiliki keyakinan kuat terkait rambut Ida Ratu Ayu Jong Galuh.
Jika saat tengah hari atau sandikala (senja) ada warga yang menemukan janur dirobek (busung mesetset) di jalan atau aliran sungai kecil (telabah), itu dipercaya sebagai pertanda kehadiran atau lintasan Ida.
Namun, di balik pertanda kehadiran, tersimpan peringatan yang mengerikan! Dipercaya bahwa siapa pun yang menginjak atau melangkahi janur mesetset tersebut, tinggal menunggu waktu karena diyakini bisa meninggal dunia!
Kisah tragis seorang warga yang meninggal setelah tak sengaja melangkahi janur saat mandi di sungai sekitar pura menjadi bukti mengerikannya keyakinan ini.
Penampakan Kapal Megah dan Candi Gaib di Tengah Malam:
Kisah mistis di sekitar Pura Sekar tak berhenti di situ. Beberapa warga mengaku pernah melihat kapal besar datang dari utara dan berlabuh di dekat pura.
Bahkan, sekitar setahun lalu, seorang warga mengalami kejadian aneh tepat pukul 24.00 saat melintas di jalan sebelah pura. Ia melihat candi megah dengan suasana keramaian layaknya pelabuhan yang ramai dengan mobil berlalu lalang!
Selain itu, dipercaya bahwa Ida Ratu Ayu Jong Galuh memiliki burung titiran putih yang bersemayam di timur pura.
Warga setempat memiliki keyakinan kuat untuk tidak berani menangkap atau menembak burung tersebut.
Air Sumur Suci yang "Marah" dan Kekuatan Pengabul Hajat:
"Banyak sekali (peristiwa mistis)," ungkap Kerta, mengisahkan kejadian aneh lainnya.
"Pernah suatu ketika ada seorang pedagang menggunakan air di sumur suci pura untuk berjualan. Anehnya, air di sumur itu tiba-tiba naik hingga membanjiri areal pura! Setelah pedagang itu memohon pengampunan ke hadapan Ida, barulah airnya kembali normal," jelasnya.
Kisah-kisah mistis ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat bahwa Pura Sekar bukan hanya tempat bertemunya tiga kepercayaan, tetapi juga tempat yang memiliki kekuatan supranatural untuk mengabulkan hajat.
Fenomena naur sesangi yang sering terjadi menjadi bukti nyata dari keyakinan tersebut. ***