Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pedagang Jagung di Jalan Sedap Malam Raup Omzet Rp 5 Juta Sehari

I Putu Suyatra • Rabu, 28 November 2018 | 15:59 WIB
Pedagang Jagung di Jalan Sedap Malam Raup Omzet Rp 5 Juta Sehari
Pedagang Jagung di Jalan Sedap Malam Raup Omzet Rp 5 Juta Sehari


BALI EXPRESS, DENPASAR - Pedagang sekaligus petani jagung di Jalan Sedap Malam, Denpasar kemarin (27/11) sedang panen. Saat Bali Express (Jawa Pos Group) mewawancarainya, setiap panen ia memang berjualan di pinggir jalan tersebut. Dalam sekali berjualan ia bisa meraup omzet Rp 5 juta. 


 


Dia mengaku setiap dua bulan sekali memanen jagung yang ada di lahannya sendiri. Tak hanya dijual langsung, perempuan bernama Ni Wayan Maria itu menjadi pengepul yang mendistribusikan kepada pelanggannya. "Biasanya saya panen setiap dua bulan sekali. Satu buah jagung seharga Rp 1.500, dan biasanya dibeli oleh pedagang jagung bakar yang setiap hari berjualan di lapangan dan objek wisata ," terang Maria. 


 


Jagung-jagung tersebut juga dikemas dalam kemasan plastik dan diangkut pikap. Setidaknya, jagung kemasan itu mencapai 900 hingga 1000 buah. Dari hasil jualan Rp 5 juta, Maria mengaku mendapat untung berkisar Rp 2,5 juta. 


 


"Rp 5 juta itu belum bersih, kalau dihitung bersih saya kira hanya dapat setengahnya saja. Karena ongkos metik dan ongkos angkut juga harus diperhitungkan," terang perempuan asal Nusa Penida tersebut. 


 


Selain panen di lahan sendiri, ia bersama suaminya juga terkadang membeli hasil panen di subak daerah Desa Penatih. Dalam sehari dia mengemas buah jagung di sana dari pukul 08.00 sampai 11.00. Kalau lewat dari pukul itu ia mengaku jagungnya sudah diambil oleh langganan. Tinggal sisa-sisanya saja. 


 


"Setiap hari harus ada ratusan jagung, karena langganan juga setiap hari mereka berjualan. Terkadang kami mencari hasil panen ke subak yang ada di Padanggalak, dan Penatih. Makanya bersih yang didapatkan tidak seberapa, hanya Rp 2,5 juta per hari," tandas dia. 


 


Sementara itu, salah seorang pembeli Putu Mahayasa mengaku memborong jagung untuk dibakar dan dijual di warungnya di daerah Desa Kesiman. "Saya beli di sini karena jagungnya lebih manis, selain itu juga kemasannya cukup higenis dan biji-bijinya juga kelihatan sudah pada kuning yang bertanda matang," tandas Mahayasa.

Editor : I Putu Suyatra
#denpasar