Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kadek Novi Sulap Kertas Bekas Jadi Cuan

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 13 Oktober 2022 | 18:09 WIB
KREATIF : Kadek Novi menunjukan hasil kreatifnya, membuat olahan kertas bekas menjadi karya seni. Agung Bayu/Bali Express
KREATIF : Kadek Novi menunjukan hasil kreatifnya, membuat olahan kertas bekas menjadi karya seni. Agung Bayu/Bali Express
DENPASAR, BALI EXPRESS - Melihat tumpukan kertas bekas yang tidak terpakai, jiwa seni Ni Kadek Novi Sumariani, 26, mulai bergejolak. Dari hobinya berkarya, perempuan yang akrab disapa Novi ini terpikir untuk membuat suatu produk recycle paper atau kertas daur ulang.

Begitu digarap, kertas daur ulang buatannya ternyata cukup apik dan menarik, sehingga ia memutuskan untuk membuat workshop produk recycle paper. Beranjak dari sederet workshop yang digelarnya, tercetus niat untuk menjadikan recycle paper ini menjadi produk yang siap dijual.

“Mulai dijualnya baru tahun ini. Jadi iseng-iseng buat recycle paper seperti ini. Saya coba bikin workshopnya, ternyata laku, lalu buat lagi kertasnya dan produknya, ternyata ada yang beli, jadi keterusan,” katanya saat ditemui di Denpasar, Rabu (12/10).

Peminatnya tidak hanya warga lokal Bali, tetapi sampai Jakarta, bahkan para turis yang kebetulan lancong ke Bali dan mengikuti workshopnya.

Menurut dia, proses kreatifnya tidak sulit. Perempuan asli Karangasem, Tihingan ini mengaku, jika tidak memiliki blender dan cetakan, recycle paper ini bisa dikerjakan secara manual. “Buatnya mudah, karena saya juga suka buatnya. Tapi memang waktu buatnya seharian,” kata Owner Industri Kreatif Bhuana Alit ini.

Untuk menjadi selembar recycle paper, hanya diperlukan segenggam kertas bekas. Mulanya, ia menjelaskan, kertas-kertas bekas yang tidak terpakai, diserut atau dihancurkan dan direndam di dalam baskom berisi air.

Setelah cukup lunak, kertas-kertas tersebut kemudian dihancurkan lagi dengan blender sampai serupa ampas dan diberi pewarna alami. Setelahnya, ampas tersebut disaring dengan cetakan langsung dan diletakkan di alas.

Agar mau terbentuk di alas, ampas tersebut dikeringkan menggunakan spons yang ditempel-tempelkan ke cetakan hingga cukup kering. Setelahnya secara perlahan diangkat.

“Bisa juga menambahkan partikel-partikel lainnya sebagai hiasan seperti bunga atau daun kering. Setelah terbentuk, ampas kertas itu didiamkan atau diangin-anginkan semalaman hingga cukup kering,” terangnya.

Recycle paper yang sudah jadi kemudian dikerjakan sesuai tujuan produk. Jika dijadikan cover buku, Novi tinggal menambahkan lembaran kertas biasa kemudian disatukan dengan tali atau dijilid. Keseluruhan prosesnya bisa memakan waktu sampai 3 hari, dari proses pembuatan kertas sampai menjadi buku.

“Karena menunggu proses keringnya alami bisa seharian. Bedanya, jika langsung terkena sinar matahari, karena menggunakan pewarna alami, warnanya bisa turun atau luntur, tetapi kalau misalnya hanya diangin-anginkan seperti biasa warnanya bisa awet. Sifatnya pun seperti kertas pada umumnya yang bisa basah dan sobek,” bebernya.

Sementara ini, kata dia, kertas-kertas bekas tersebut diperolehnya di rumah dan pemberian dari teman-teman di kantor.

Produk-produk yang lahir dari recycle paper tersebut diantaranya notebook, amplop, kartu ucapan, pembatas buku, dan kanvas. Harga yang dibanderol untuk bukunya mulai dari Rp 30 ribu ukuran kecil, sampai Rp 100 ribu untuk ukuran besar. Untuk harga kertasnya sendiri, ukuran A6 seharga Rp 15 ribu, untuk ukuran A5 seharga Rp 30 ribu per lembarnya.

“Promosinya selain dari media sosial, saya juga titip di toko bunga dan di Toko Rumah Belanja di Dharma Negara Alaya, Lumintang. Karena masih baru, jadi orang-orang mempertanyakan ini kertas apa sebenarnya. Tapi sekarang sudah terjual 20 pcs buku dan 50 lembar kertas,” ungkapnya. Berawal dari hobinya ini, Novi bisa menghasilkan cuan-cuan tambahan.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Sulap Kertas Bekas Jadi Cuan #Kadek Novi #recycle paper