TABANAN, BALI EXPRESS- Melambungnya harga beras di Kabupaten Tabanan, Bali sejak September 2023, tidak saja dikeluhkan oleh masyarakat.
Harga beras itu secara langsung membawa dampak terhadap margin keuntungan yang diperoleh Perumda Dharma Santika di Kabupaten Tabanan tahun 2023.
Direktur Utama Perumda Dharma Santika Kompyang Gede Pasek Wedha menyebut margin keuntungan perumda itu pada 2023 mengalami penurunan cukup signifikan akibat harga beras menyentuh angka Rp15 ribu per kilogram ini.
"Jika berbicara margin keuntungan, pada tahun 2023 ini, koreksinya cukup dalam. Itu disebabkan karena meningkatnya harga beras. Penurunannya mencapai 50 persen lebih,” jelas Pasek Wedha, Jumat, 8 Desember 2023.
“Ini karena kami masih membeli beras dari penggilingan, sehingga harus mengikuti harga pasar, sedangkan kami harus menjual di HET," tambahnya.
Meski demikian, Pasek Wedha mengaku sampai saat ini pihaknya masih tetap membeli beras dari pabrik untuk mencukupi kebutuhan pasar kerja sama yang telah terbangun.
Khususnya kluster hotel yang sampai saat ini jumlahnya mencapai 52 hotel dan 7 unit mitra mal dan Supermarket.
Untuk mencukupi pasar tersebut, perumda itu membeli sebanyak 270 ton beras per bulan.
Beras itu dibeli dari rekanan penggilingan yang ada di Kabupaten Tabanan.
"Dari total 270 ton itu, 90 persen di antaranya adalah beras putih dan sisanya sekitar 10 persen adalah beras merah dan beras hitam," tambahnya.
Selain beras, produk pangan lainnya yang diserap oleh Perumda Dharma Santika adalah telur dan sayur-mayur.
Namun jumlah serapan kedua jenis produk tersebut diakuinya tidak sama setiap bulannya.
Meski saat ini di beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan saat ini masih dalam masa panen, namun diakui Pasek Wedha, kondisi tersebut tidak membawa dampak pada penurunan harga beras.
Kondisi ini, lanjut dia, disebabkan harga gabah kering panen (GKP) di pasaran masih relatif tinggi yakni Rp7.500 per kilogram.
"Selain itu masa panen saat ini hanya di beberapa kawasan saja, sehingga volume gabah masih sedikit. Itulah yang membuat harga gabah tinggi," pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan