BALIEXPRESS.ID- Komitmen dalam memperkuat ekonomi kerakyatan terus ditunjukkan oleh Holding Ultra Mikro (UMi) yang dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani. Sinergi ketiga entitas ini semakin solid dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan formal di tengah masyarakat, khususnya pada sektor ultra mikro.
Hingga akhir Desember 2025, Holding Ultra Mikro berhasil menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif. Capaian ini menunjukkan besarnya penetrasi layanan keuangan formal yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan ultra mikro yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap perbankan.
Tidak hanya dari sisi pembiayaan, penguatan juga terlihat pada aspek simpanan. Total simpanan mikro dalam ekosistem ini tercatat telah melampaui 187 juta rekening. Angka tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal sekaligus mencerminkan pergeseran perilaku finansial menuju sistem yang lebih terstruktur dan aman.
Dalam upaya memperluas literasi keuangan dan akses investasi, Holding Ultra Mikro juga menghadirkan berbagai inovasi layanan. Salah satunya melalui layanan bullion dan aplikasi digital “Tring” yang dikembangkan oleh Pegadaian. Inisiatif ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam berinvestasi emas, tetapi juga memperkuat posisi BRI Group dalam membangun ekosistem emas nasional yang inklusif.
Hingga akhir 2025, total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group tercatat mencapai 17,1 ton. Angka ini mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 65,5 persen secara tahunan (year-on-year), mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas sebagai alternatif yang relatif stabil.
Baca Juga: Bahas LKPJ 2025, Komisi IV DPRD Badung Soroti Pelaksanaan Program Prioritas
Lebih jauh, dampak nyata dari sinergi Holding Ultra Mikro juga terlihat dalam aspek pemberdayaan ekonomi. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1,4 juta debitur tercatat berhasil “naik kelas”, yakni mengalami peningkatan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi. Transformasi ini menjadi indikator penting bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat akses pembiayaan, tetapi juga berorientasi pada penguatan kapasitas dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Ke depan, Holding Ultra Mikro BRI menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi lintas entitas guna memperluas jangkauan layanan, meningkatkan literasi keuangan, serta mendorong inklusi ekonomi yang lebih merata. Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh fondasi ekonomi nasional yang bertumpu pada sektor usaha mikro sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
Dengan capaian dan strategi yang terus berkembang, sinergi Holding Ultra Mikro menjadi bukti nyata keberpihakan pada ekonomi kerakyatan, sekaligus mempertegas peran strategis lembaga keuangan dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Editor : I Putu Mardika