"Rungokno gus @irfan_nuruddin paham ora?" kata akun NU Garis Lucu dengan emoticon tertawa ketika membagikan video Anies.
Sadar banyak warganet yang mengecamnya lantaran narasi yang dibuat akun NU Garis Lucu tidak tepat, Anies pun menyentil balik. Dia mengingatkan akun tersebut sembari mengutip taglinenya.
"Cek video lengkapnya dulu yuk, Min @NUgarislucu. Sampaikan kebenaran walaupun itu kurang lucu. #ABW," tulis Anies melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (16/12).
Dalam video itu, Anies menyinggung pelanggaran pakem batik yang merujuk kepada terobosan, namun diubah narasinya menjadi memakai baju batik adalah pelanggaran.
Menurut dia, batik asalnya digunakan sebagai kain “jarik” (bawahan). Pakemnya dulu, kaum lelaki selalu memakai baju kemeja polos ataupun lurik dan tidak berkemeja dengan bermotif “gambar”.
"Suatu saat ada yang mengambil langkah kebaruan, di luar kebiasaan. Perancang busana menggunakan kain hasil membatik itu bukan sebagai jarik, tapi jadi kemeja bagi lelaki. Mengejutkan karena menerobos kebiasaan, menerobos tradisI," ucap Anies.
Dia melanjutkan, pastinya banyak pihak menyebut itu adalah “pelanggaran pakem”. Kini sejarah pelanggaran itu tak ada lagi yang tahu dan diingat. Bahkan hari ini batik pun bisa digunakan menjadi masker.
"Jadi teruslah melakukan terobosan, yang membawa kebaruan dalam budaya. Tentu setelah terlebih dahulu melalui proses mengenal dan memahami tradisi yang ada," kata mantan Mendikbud itu. Editor : Nyoman Suarna