Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kehidupan Lumba-lumba Eks Hotel Melka; Rocky Pergi, Johnny Mati, Rambo Tak Pernah Pergi

Dian Suryantini • Rabu, 26 Juli 2023 | 06:05 WIB
Rambo saat berada di kolam rehabilitasi Teluk Banyuwedang sesaat sebelum dilepasliarkan.
Rambo saat berada di kolam rehabilitasi Teluk Banyuwedang sesaat sebelum dilepasliarkan.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Paska dilepasliarkan pada Sabtu 4 September 2022 lalu lika liku kehidupan baru dilalui tiga lumba-lumba Indo-Pasifik ini. Menjalani perawatan di kolam rehabilitasi selama tiga tahun adalah waktu yang cukup panjang. Tiga bulan setelah dilepasliarkan, Johnny dinyatakan mati. Johnny diduga mati karena faktor usia yang sudah tua. Mamalia laut itu mati 1 November 2022 lalu, sekitar pukul 05.00 wita. Bangkainya terlihat setengah mengapung tidak jauh dari Teluk Banyuwedang. Kabar matinya Johnny tak banyak yang tahu.

Johnny adalah lumba-lumba paling tua diantara tiga lumba-lumba sirkus yang diselamatkan dari Hotel Melka, Lovina. Selama berada di kolam sirkus hotel dan kolam rehabilitasi, Johnny selalu berdampingan dengan Rambo. Keduanya dikatakan saling menuntun. Johnny yang kondisinya tua semasa hidup selalu dituntun oleh Rambo. Sementara Rambo dengan matanya yang buta sebelah juga selalu diarahkan oleh Johnny.

Begitu juga saat dilepasliarkan, Johnny dan Rambo selalu terdeteksi bersama. Keduanya juga terlihat lalu lalang di sekitar Teluk Banyuwedang hingga Teluk Menjangan. Tak lama setelah Johnny mati, Rambo terlihat kembali ke kolam rehabilitasi. Ia selalu berada di kawasan pantai Pasir Putih Menjangan hingga ke Teluk Banyuwedang.

“Setelah kami telusuri dan pelajari polanya, ternyata Rambo ini tidak pernah pergi. Jika kolam rehabilitasi itu diibaratkan rumah, maka Rambo hanya ijin jalan-jalan keluar rumah lalu pulang lagi. Kemungkinan itu yang dia lakukan saat Johnny masih hidup. Terlebih sekarang dia sudah sendiri jadi lebih sering balik ke kolam,” terang Sumarsono, Penyidik BKSDA Bali, saat dikonfirmasi Selasa (25/7) pagi.

Keberadaan Rambo di sekitar kolam rehabilitasi diperkirakan sudah 10 bulan. Dia selalu bolak-balik keluar dan kembali ke kolam. Terkadang ia menginap di Teluk Menjangan dan pulang keesokan harinya. Rambo dikatakan tidak pernah pergi jauh. "Paling jauh dia berenang ke Teluk Menjangan. Dari situ dia balik lagi," imbuhnya. 

Rambo kini disebut telah berusia 20 tahun. Untuk hewan, usia tersebut tergolong waktu yang sangat lama. BKSDA Bali pun hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap Rambo seekor di Teluk Banyuwedang. Secara bergiliran petugas jaga mengawasi di sekitar kolam rehabilitasi. “Mungkin karena sudah tua, tidak kuat jauh, sudah nyaman di kolam, jadi enggan pergi. Dan kemungkinan dia mengalami homesick seperti manusia. Selalu ingin pulang karena sudah lama berada di Banyuwedang. Tapi kolam kami sudah tidak ada jaringnya,” terangnya.

Sementara itu, Rocky lumba-lumba termuda yang diperkirakan usianya kini 16 tahun sudah pergi. Keberadaannya sudah tidak terdeteksi di perairan Bali. Pergerakannya cukup gesit. Kemungkinan Rocky telah menemukan kawanannya dan berkelana ke samudera lain. “Karena dia masih muda jadi cepat. Mungkin sudah menemukan koloni baru yang menerimanya. Sekarang sudah tidak ada lagi disini. Kami juga sudah tidak bisa mendeteksi keberadaannya,” tutup Sumarsono.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #buleleng #lumba-lumba