Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Martina Sumaryati, Calon PAW Kadek Diana di DPRD Bali

I Wayan Ananda Mustika Putra • Jumat, 13 Oktober 2023 | 22:03 WIB
Martina Sumaryati bersama suami I Wayan Surim ditemui di rumahnya Kamis 12 Oktober 2023. Martina merupakan calon PAW Kadek Diana di DPRD Bali.
Martina Sumaryati bersama suami I Wayan Surim ditemui di rumahnya Kamis 12 Oktober 2023. Martina merupakan calon PAW Kadek Diana di DPRD Bali.

GIANYAR, BALI EXPRESS- Kader PDIP Martina Sumaryati, 67, digadang-gadang akan menjadi calon pengganti antarwaktu (PAW) Kadek Diana di DPRD Bali.

PAW bakal dilakukan setelah Kadek Diana dipecat oleh PDIP gara-gara kasus asmara.

Hanya saja, Martina Sumaryati yang pada Pileg 2019 meraih 1.603 suara itu belum berani memastikan akan menduduki kursi DPRD Bali menggantikan Kadek Diana lewat mekanisme PAW.

Itu karena dirinya belum menerima surat resmi. “Mendengar sudah, tapi surat resmi terkait itu saya belum ada terima. Jadi belum ada apa-apa, saya masih ibu rumah tangga,” ungkap Martina Sumaryati saat ditemui di kediamannya Banjar Bunutan, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kamis 12 Oktober 2023.

Martina Sumaryati merupakan satu-satunya caleg PDIP yang gagal lolos ke DPRD Bali dari dapil Gianyar dalam Pileg 2019.

Kala itu, Martina yang berstatus new comer menduduki peringkat keenam alias posisi juru kunci di internal caleg PDIP untuk DPRD Bali dapil Gianyar.

Martina sendiri tercatat sudah 3 kali bertarung. Dua kali memperebutkan kursi DPRD Kabupaten Gianyar dapil Ubud dan ketiga kalinya nyaleg ke DPRD Bali.

Martina termasuk kader yang pantang menyerah, meskipun 3 kali gagal dirinya tetap aktif berkegiatan bersama DPC PDI Perjuangan.

Bahkan baru-baru ini, Martina ikut kegiatan partai di Jakarta. Hanya saja pada Pileg 2024 ini, Martina memilih untuk tidak nyaleg.

“Saya tidak ikut lagi, saya mendukung lah karena saya tetap kader partai. Pada intinya selalu siap bilamana diperlukan,” tegas istri dari I Wayan Surim ini.

Srikandi kelahiran Sleman, 7 Mei 1956 ini mengaku sejak kecil sudah terbiasa dengan suasana politik.

“Rumah saya di Yogyakarta itu, sudah jadi sekretariat partai semasa saya masih kecil. Jadi begitu dirangkul sama DPC PDI Gianyar tanpa pikir panjang saya nyatakan siap, saya selalu berusaha," ungkapnya.

"Masalah hasilnya gagal atau lolos, itu dinamika,” jelas perempuan yang pernah menjabat Ketua BPD Desa Kedewatan 2005-2009 ini.

Martina juga termasuk kader partai yang aktif. Di Gianyar, Martina merupakan pelopor kader perempuan.

Bahkan dirinya ditunjuk sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan yang salah satu tugasnya menjaring kader perempuan.

“Di Gianyar waktu itu, saya termasuk kader perempuan pertama. Saya yang nyari-nyari perempuan potensial yang saya ajak masuk partai,” ujar ibu tiga anak laki-laki ini.

Sebelum mendapatkan kabar resmi, Martina mengaku beraktivitas seperti biasa.

Sebagai ibu rumah tangga yang juga membantu suami dan anaknya mengelola LPK Dwipayana Cipta Karya.

Lembaga pelatihan kerja ini membuka kelas persiapan magang bekerja ke Jepang.

Setiap tahun, sekitar 50 anak muda asal Bali diberangkatkan ke Jepang. Sebagian besar merupakan anak dari keluarga kurang mampu.

Mereka berasal dari Buleleng, Karangasem dan Negara Jembrana. “Mereka kos dekat sini, belajar selama 6 bulan tentang bahasa dan budaya Jepang. Yang mendapatkan rekomendasi, dia berangkat magang ke Jepang,” jelasnya.

Martina beserta suami, merasa bahagia mengelola LPK ini. Terlebih dapat membantu anak-anak yang dari segi ekonomi kurang namun punya cita-cita bekerja di luar negeri.

“Jadi serunya, ketika mereka sudah sukses. Mereka cerita bisa beli ini itu. Ada yang beli tanah, rumah, ada juga bilang beli truk untuk usaha,” ujarnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#dprd bali #Kadek Diana #paw #Martina Sumaryati