Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bagi Yuli, Salsa Itu Energik, Sosial Dance dan Menyehatkan

I Putu Suyatra • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 19:15 WIB
Bagi Yuli, Salsa Itu Energik, Sosial Dance dan Menyehatkan
Bagi Yuli, Salsa Itu Energik, Sosial Dance dan Menyehatkan

BALI EXPRES, DENPASAR – Demam salsa di Bali, belakangan ini memang sudah mulai terdengar gemanya, merambah dan menjalar di sebagian para penikmatnya. Bahkan, perkembangannya sudah hampir tersebar di beberasa kawasan di pulau Dewata. Dan demikian halnya dengan Sektor akomodasi, seperti, club, Bar, dan Restaurant yang menawarkan sajian penghibur olahraga sekaligus seni melalui tarian salsa.  
Perkembangan itu pulalah yang menghantarkan Ni Komang Yuli Rahayu, salah satu perempuan pecinta tari salsa yang kebagian ‘kue’ dari ketertarikan banyak orang yang ingin merambah dunia seni tari, seperti tari salsa ini. Diceritakannya, perkembangan seni tari asal Kuba di Bali memang sangat pesat. Bahkan dirinya sekarang ini sudah memiliki komunitas atau perkumpulan para pecinta salsa yang kerap tampil di beberapa tempat hiburan di Bali. “Kalau salsa di bali sangat berkembang pesat. Karena kalau di Bali, salsa ini styel-nya just for fun, yang penting hapy dan banyak teman,” tutur Yuli yang akrab di sapa ini. Ia menambahkan, kalau tari salsa ini bisa diartikan juga sebagai rasa atau gaya. Karena inti dari salsa adalah merasakan dan menikmati tiap gerakan tarian yang diselaraskan dengan iringan musik. Dalam tarian salsa, laki-laki menjadi leader. Karena itu, ia dituntut lebih bisa menguasai gerakan dan berinisiatif melakukan suatu gerakkan.
“Jadi tarian salsa itu energik. Banyak sekali tantangannya dan satu lagi, salsa itu tarian sosial dance, sifatnya familiar,” pungkas Ibu dua anak ini. Perempuan kelahiran Tuban, 31 Juli 1978 ini tertarik dan jatuh hati dengan tari salsa sudah sejak tahun 2002 silam. Pertemuannya dengan Made Alfa, salah satu rekan yang kerap mengajaknya untuk belajar tari salsa, menjadi awal ketertarikan Yuli untuk terus mengasah kemampuan di dunia seni tari ini. Bahkan hingga kini, ia menjadi guru salsa di salah satu tempat usahanya, yang dikenal dengan nama Yuli Salsa. “Dan perkembangan para pecinta salsa sekarang ini sangatlah menjanjikan. Karena saya sekarang jadi guru salsa dan juga guest house untuk teman-teman yang mau berlibur dan datang belajar salsa,” ujar perempuan berusia 39 tahun ini. 
Istri dari I Nyoman Masdiasa ini memang hebat dalam hal seni tari. Sebelum merambah tari salsa, Yuli pernah melakoni tari bali, kontemporer, modern dance, street dance, hiphop dance, kabaret dance. Dan hingga sekarang ini, beragam jenis tarian, seperti salsa, bachata, merenggue, zouk ,chacha, jive, rumba, serta kizumba, sudah mampu dikuasainya. Bahkan beberapa penghargaan dari kompetisi berskala nasional dan internasional sudah pernah ia sambangi lewat seni tari salsa. “Jadi, dulu saya ikut kompetisi dari tahun 2004-2008 bersama pak Made Alfa dan Dewa Kandel. Lumayan ada hasilnya. Kita mendapat yang terbaik, juara 1 berturut-turut sejak tahun 2004 di kompetisi nasional di jakarta dan jogjakarta, tahun 2005 skala nasional di Bali, 2006 di lombok, hingga yang terakhir di tahun 2008 kompetisi internasional di Singapore,” kenangnya.
Memang tak bisa dipungkiri, tarian asal Kuba ini mulai digemari masyarakat, khususnya pecinta tari. Gerakan-gerakan indah salsa yang dimainkan berpasangan serta diiringi irama Bosanova atau Amerika Latin yang bahkan mampu menjadi candu. Bagi Yuli keunikan dari tarian salsa ini terletak pada tempo musiknya itu sendiri. Seorang penari hanya membutuhkan kesiapan mental dan siap menari dengan siapa serta siap menari dengan berbagai style. “Bahkan jika anda yang suka dengan seni tari salsa, manfaatnya bahkan lebih dari itu. Ya, sangat bagus untuk olah tubuh, serta keseimbangan otak kanan dan kiri,” pungkasnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#denpasar