ADA sejumlah Teknik pranayama yang dapat dilakukan bagi ibu hamil. Teknik ini sudah terbukti memiliki manfaat yang sangat efektif bagi ibu hamil khususnya dipraktikkan pada prenatal yoga.
Praktisi Yoga, Gede Agus Jaya Negara mengatakan, teknik pertama dapat dilakukan dengan meletakkan kedua tangan di perut bagian atas pada lengkungan atas perut. Tarik napas melalui hidung, dan rasakan perut bagian atas mengembang lembut sehingga mendorong tangan ke luar.
Saat melakukan ini, jaga agar dada dan bahu tetap diam. Buang napas, rasakan perut kembali lembut mengempis. “Lakukan selama beberapa putaran tanpa menahan napas dan lakukan sambil memejamkan mata agar merasa lebih nyaman,” katanya.
Teknik kedua dilakukan dengan meletakkan kedua tangan di perut bagian bawah, pada lengkungan bawah perut. Tarik napas melalui hidung, dan rasakan perut bagian bawah mengembang sehingga mendorong tangan ke luar. Buang napas, rasakan perut kembali lembut mengempis. Lakukan selama beberapa putaran dan dapat dilakukan sambil memejamkan mata.
Teknik ketiga, letakkan satu tangan pada perut bagian atas, dan tangan lainnya pada perut bagian bawah. Tarik napas melalui hidung, rasakan perut mengembang, dan jarak di antara kedua tangan semakin merenggang. Buang napas, rasakan perut kembali melembut mengempis, dan jarak di antara kedua tangan kembali seperti semula. Lakukan selama beberapa putaran sembari memejamkan mata.
Selanjutnya dalam Prenatal Yoga dikenal pula Pernapasan Dirgha Swasam Pranayama memberikan manfaat optimal dari proses pernapasan. Dengan kata lain, mengoptimalkan kemampuan paru-paru untuk menarik oksigen dan meningkatkan jumlah oksigen dan prana yang diserap oleh tubuh, memberikan lebih banyak oksigen dan prana ke janin dan memberikan relaksasi yang lebih lengkap serta melatih otot jantung dan paru-paru.
Duduk dengan posisi tegak, kemudian letakkan kedua tangan dengan santai di atas lutut, atau letakkan satu tangan di atas tulang dada dan satu tangan pada perut bagian bawah. Lakukan beberapa kali putaran teknik pernapasan diafragma terlebih dulu.
Selanjutnya, tarik napas yang mendalam melalui kedua lubang hidung, kemudian rasakan perut mengembang terlebih dulu dan mendorong tangan ke arah luar, setelah itu rasakan dada mengembang, dan terakhir kedua bahu sedikit terangkat.
Buang napas, rasakan perlahan bahu kembali ke posisi awal, dada mengempis, dan perut kembali perlahan mengempis.
“Lakukan teknik pernapasan ini dengan rasio 1:1 (satu waktu tarikan napas berbanding satu waktu hembusan napas) selama beberapa putaran dan dilakukan sambil memejamkan mata,” tutupnya.