Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Gatot Nurmantyo, Kaitannya dengan Peringatan G.30.S/PKI

Nyoman Suarna • Kamis, 29 September 2022 | 18:44 WIB
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.
JAKARTA, BALI EXPRESS - Nama Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo kembali menjadi sorotan publik. Hal ini lantaran pernyataan kontroversialnya yang menyebut bahwa Ferdy Sambo bisa kembali bekerja sebagai polisi meski telah dipecat sebagai Kadiv Propam.

Lantas siapakah sosok Gatot Nurmanto dan kaitannya dengan peringatan G.30.S/PKI?

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Maret 1960. Gatot memiliki istri bernama Enny Trimurti, dan memiliki 3 orang anak. Banyak orang mengenalnya sebagai mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia pada tahun 2015-2017.

Gatot Nurmantyo merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1982, dan berpengalaman di kecabangan infanteri baret hijau Kostrad. Gatot pernah menjadi komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat), Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya dan gubernur Akademi Militer. Di bidang lainnya, Gatot juga menjabat sebagai ketua umum PB FORKI periode tahun 2014 hingga 2018.

Sebelumnya, Gatot merupakan kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30 yang mulai menjabat sejak tanggal 25 Juli 2014 setelah ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal TNI Budiman. Ia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir.

Pada bulan Juni 2015 lalu, ia diajukan oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon panglima TNI, menggantikan Jenderal Moeldoko yang memasuki masa purna baktinya. Pada masa itu, Gatot bersama tokoh pemerintahan lainnya beserta para aktivis sosial bergabung dalam aksi untuk mendukung toleransi beragama selama periode unjuk rasa di Jakarta pada bulan November 2016.

Bersama dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kapolri Tito Karnavian dan aktivis Islam seperti Yenny Wahid, mereka menggalang dukungan untuk persatuan antar agama sebagai penyeimbang dari aksi unjuk rasa yang digelar sebelumnya terhadap Gubernur DKI Jakarta beragama Kristen keturunan Tionghoa, Basuki Tjahaja Purnama yang diwarnai elemen intoleransi dan sinofobia.

Gatot menjabat menjadi panglima TNI pada 8 Juli 2015 dan pergantian panglima TNI dilakukan pada 8 Desember 2017. Gatot yang semestinya memasuki masa pensiun per 1 April 2018 sesuai usianya, tapi diganti lebih cepat pada pengujung 2017. Presiden Jokowi mencopot Gatot, dan menunjuk KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI baru.

Pada tahun 2017 jelang peringatan G30S/PKI, ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk memutar film Pengkhianatan G30S/PKI. Semua prajurit, mulai dari tingkat Kodim, Korem, hingga Babinsa, wajib menonton film buatan tahun 1980-an itu.

Setelah pensiun, Gatot juga pernah menantang KSAD saat itu Jenderal Mulyono, memerintahkan jajarannya untuk nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI.

Ia juga pernah menyindir politikus PDIP, Ribka Tjiptaning, yang menulis buku biografi “Aku Bangga Jadi Anak PKI” yang terbit pada 2002. Gatot menyebut hal ini merupakan tanda-tanda, sehingga semua pihak harus waspada. Editor : Nyoman Suarna
#MANTAN PANGLIMA TNI #gatot nurmantyo #PERINGATAN G.30.S/PKI #SOSOK GATOT NURMANTYO