Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Beredar Video Kebiadaban Terduga Oknum Paspampres Riswandi Manik Hajar Pemilik Toko

Suharnanto Bali Express • Rabu, 30 Agustus 2023 | 14:43 WIB
Unggahan video Mukhsin yang memperlihatkan terduga oknum Paspampres Riswandi Manik dkk melakukan penganiayaan pada pemilik toko di Bekasi.
Unggahan video Mukhsin yang memperlihatkan terduga oknum Paspampres Riswandi Manik dkk melakukan penganiayaan pada pemilik toko di Bekasi.

BALI EXPRESS- Korban kebiadaban oknum Paspampres Praka Riswandi Manik diduga bukan hanya warga Aceh, Imam Masykur ,25, semata.

Komplotan oknum Paspampres Riswandi Manik disinyalir telah memakan korban lain lagi dengan modus sama, dianiaya lantas meminta tebusan sejumlah uang.

Kerabat almarhum Imam Masykur yakni Mukhsin Buchari mengunggah video rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan kebiadaban oknum Paspampres Riswandi Manik melakukan pengaiayaan sadis terhadap korban di sebuah roko.

Dalam rekaman video tersebut, Mukhsin menambahkan keterangan yang menyebutkan peristiwa kekerasan terjadi dua bulan lalu.

Mukhsin tak ketinggalan juga menulis diantara pelaku penganiayaan itu diduga oknum Paspampres Riswandi Manik dengan mengenakan topi warna hitam.

"Lokasi Bekasi, rekamann dua bulan lalu. Damanik (pelaku) menggunakan topi hitam. Pelaku orang yang sama, korban berbeda," tulis caption akun Instagram Mukhsin Buchari @ucinspiky, dikutip dari Jawapos Selasa (29/8).

Terduga Riswandi Manik tampak berpura-pura sebagai pembeli. Namun, dalam waktu bersamaan tiba-tiba oknum Paspampres berpangkat Prajurt Kepala itu malah anarkis.

Dia  mengobrak-abrik toko, lalu menarik korban sambil berusaha membekuknya.

Adegan selanjutnya terlihat terduga komplotan Riswandi Manik turut turun tangan mengeroyok  pemilik toko.

Anehnya, salah seorang rekan Riswandi Manik terlihat jelas  mengenakan kaos polo dengan tulisan "Police" di punggungnya.

Pelaku berbaju tulisan polisi itupun ikut serta membantu terduga Riswandi Manik menghajar korban sampai babak belur.

Menariknya, pengunggah video meng-zoom bagian wajah korban yang berdarah-darah. Pun demikian belum diketahui identitas korban yang terlihat dalam video tersebut.

Seperti berita sebelumnya, oknum Paspampres Riswandi Manik kini dalam proses penyidikan di Pomdam Jakarta Raya dalam perkara penculikan dan penganiayaan hingga mengakibatkan meninggalnya warga Aceh, Imam Masykur.

Dalam kasus ini, Riswandi Manik tidaklah sendirian. Ada dua orang oknum tentara lagi yang diduga terlibat, yakni Praka J dan Praka HS.

Akun media sosial X (dulu Twitter) bernama @Aceh mengungkapkan, oknum tersebut terdiri atas 3 orang TNI yaitu 1 dari Paspampres dan 2 orang lagi anggota TNI.

Berdasar informasi dari akun tersebut, kejadian bermula saat korban dilaporkan menghilang dan diduga diculik pada 12 Agustus di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Setelah itu, keluarga korban mengaku masih menerima telepon dari korban.

Saat itu korban menyebutkan sedang dianiaya pelaku yang menjemputnya secara paksa.

Para pelaku juga mengirimkan pada keluarga korban video penyiksaan yang akhirnya saat ini viral di media sosial.

Video pertama memperlihatkan korban dipukul berulang kali di bagian punggung menggunakan benda tumpul.

Saat yang bersamaan pelaku mengancam pihak keluarga untuk segera mentransfer uang tebusan Rp 50 juta.

Pelaku tersebut juga mengatakan apabila uangnya tidak segera dikirimkan, korban akan dihabisi kemudian dibuang ke sungai. (*)

 

Ilustrasi Kota Modern
Ilustrasi Kota Modern
Peta Saranjana (Sarandjana) pada masa kolonial
Peta Saranjana (Sarandjana) pada masa kolonial
Ilustrasi Kota Modern
Ilustrasi Kota Modern
Ilustrasi Kota Modern
Ilustrasi Kota Modern
Terlihat seorang wanita sedang berfoto dengan latar belakang gemerlap kota, diisukan sebagai Kota Modern, Saranjana
Terlihat seorang wanita sedang berfoto dengan latar belakang gemerlap kota, diisukan sebagai Kota Modern, Saranjana
APRESIASI: Salah satu pelanggan yang meminta penambahan daya listrik PLN.
APRESIASI: Salah satu pelanggan yang meminta penambahan daya listrik PLN.
Editor : Suharnanto Bali Express
#paspampres #Riswandi Manik #imam masykur #aceh