BALIEXPRESS.ID-Nama Aura Cinta mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya setelah video perdebatan panasnya dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok miliknya, @iam_auracinta, siswi SMA yang baru saja lulus ini dengan lantang mengkritik kebijakan larangan wisuda sekolah, hingga penggusuran rumah warga demi pembangunan proyek pemerintah.
Baca Juga: Nama Pratama Arhan Tak Masuk Skuad ASEAN All Stars Hadapi MU, Mertua Buka Suara
"Lucu ya, katanya pembangunan tapi yang dikorbanin rakyat kecil," ucap Aura dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, berlatar rumah yang disebut telah dihancurkan oleh aparat.
Video tersebut meroket dengan lebih dari 8,4 juta penonton dan ribuan komentar dalam waktu singkat.
Netizen pun ramai membahas keberaniannya menyuarakan keresahan masyarakat. Namun, popularitas Aura justru mengundang kontroversi baru.
Tak butuh waktu lama, netizen mulai menggali latar belakang Aura Cinta.
Baca Juga: Desa Adat Nongan Gelar Ngusaba, Pamedek Menuju Besakih Diimbau Cari Jalur Alternatif
Publik pun dikejutkan dengan temuan bahwa remaja ini pernah tampil sebagai figuran dalam sinetron populer Sayap Cinta Terindah.
Selain itu, ia juga tercatat pernah muncul di berbagai acara televisi, termasuk Garis Tangan 2 yang dipandu Uya Kuya, serta Akhirnya Datang Juga bersama Indra Bekti.
Fakta ini memicu gelombang spekulasi di media sosial. Sejumlah pihak menduga bahwa perdebatan dengan Gubernur Dedi Mulyadi hanyalah "konten settingan" yang melibatkan talenta profesional.
Dugaan itu semakin menguat setelah beredar potongan iklan pinjaman online yang juga dibintangi Aura.
“Konten Dedi Mulyadi terakhir terindikasi menggunakan talent. Wkwkwkwk,” tulis akun X milik komedian @NOTASLIMBOY.
Sementara akun lain @AdindaZahrany07 menyindir, “Coba tebak yang akting siapa?”
Tak hanya itu, akun @txtorangjualan juga menambahkan: “Ga ada salahnya buat curiga… Masuk akal kalau dia ‘bisa disewa’ buat akting.”
Hingga berita ini diturunkan, baik Aura Cinta maupun Dedi Mulyadi belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan settingan yang dilontarkan publik.
Namun, perdebatan yang muncul justru membuka ruang diskusi lebih luas soal keterlibatan figur publik dalam produksi konten viral, serta batas antara aktivisme dan hiburan digital.
Editor : Wiwin Meliana